
Ilustrasi | Foto: Cyberthreat/Faisal Hafis (M)
Ilustrasi | Foto: Cyberthreat/Faisal Hafis (M)
Jakarta, Cyberthreat.id – Pertumbuhan ekonomi digital dinilai memiliki kontribusi positif bagi peningkatan Produk Domestik Bruto(PDB) Indonesia.
“Kontribusi ekonomi digital terhadap PDB Indonesia pada 2018 sebanyak 2,8 persen” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam Indonesia Fintech Forum (IFF) 2019 di Jakarta, Rabu (4 September 2019).
Pada 2018, PDB Indonesia mencapai Rp 14.837,4 triliun. Artinya kontribusi ekonomi digital Indonesia tahun lalu lebih dari Rp 415 miliar.
Ia pun memproyeksikan pada 2025 kontribusi ekonomi digital terhadap PDB Indonesia bisa mencapai 8 persen.
Darmin mengatakan, kontribusi ekonomi digital yang paling besar berasal dari e-commerce, travel daring, media daring, dan layanan pesan transportasi (ride-hailing).
“Perkembangan pesat ekonomi digital di Indonesia tercermin dari penggunaan smartphone dan internet yang terus meningkat tiap tahun,” ujar Darmin.
Menurut dia, pengguna smartphone di Indonesia sudah mencapai 133 persen dari populasi penduduk, sementara pengguna internet sebesar 56 persen. Dengan kondisi itu, tersebut, Darmin memproyeksikan pada 2025 nilai ekonomi digital Indonesia bisa mencapai US$ 100 miliar.
Darmin juga menjabarkan data. Pada 2018, nilai transaksi online senilai Rp 47,19 triliun atau meningkat 282,39 persen dibandingkan nilai transaksi pada 2017 sebesar Rp 12,38 triliun.
Pelonjakan transaksi tersebut terjadi karena perkembangan teknologi digital dan penggunaan smartphone yang semakin masif.
Redaktur: Andi Nugroho
Share: