IND | ENG
Hoaks Papua Bertujuan Menyerang Pikiran Masyarakat

Hoaks Mesjid Papua Dibakar : Twitter Divhumas Polri

Hoaks Papua Bertujuan Menyerang Pikiran Masyarakat
Arif Rahman Diposting : Minggu, 01 September 2019 - 13:32 WIB

Jakarta, Cyberthreat.id - Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letjen (Purn) Hinsa Siburian mengingatkan bahwa target serangan siber yang paling utama adalah memberikan kerusakan secara fisik ke dunia nyata.

Ini terbukti pada kasus Papua yang diramaikan oleh semburan hoaks dan disinformasi yang bertujuan memprovokasi dan menghasut kemarahan serta menyebar kebencian.

Saat pikiran masyarakat rusak dan sudah tidak terkontrol, maka para pelaku kerusuhan akan melampiaskannya ke dunia fisik lewat kerusuhan, konflik dan perusakan.

"Saya yakin saudara kita di Papua adalah pecinta damai dan kita imbau isu-isu itu jangan mudah terpengaruh," kata Hinsa Siburian saat menghadiri rapat koordinasi di Kantor Kemenko Polhukam di Jakarta, Jumat (30 Agustus 2019).

Ucapan Hinsa langsung dibenarkan Divisi Humas Polri di akun media sosialnya pada Sabtu (31 Agustus 2019). Dalam cuitannya, akun Divhumas Polri membantah hoaks tentang video masjid terbakar dengan asap hitam membubung tinggi disertai keterangan "Mesjid Papua dibakar".

Sebelumnya semburan hoaks "Mesjid Papua dibakar" beredar masif di media sosial seperti Twitter, Facebook dan Instagram. Grup-grup percakapan WhatsApp juga diramaikan oleh sharing dan reshare video tersebut.

"Kejadian yang sebenarnya adalah Masjid Agung Belopa di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, terbakar, Selasa, 29 Agustus 2019," cuitan akun Twitter Divhumas Polri, Sabtu (31 Agustus 2019).

Analis intelejen dan keamanan UI, Stanislaus Riyanta, mengatakan semburan hoaks dan disinformasi terkait Papua tidak akan pernah berhenti. Ia meminta Pemerintah untuk mengambil langkah kongkrit melawan semburan hoaks tersebut.

Ada dua cara menurut dia. Pertama, Pemerintah jangan pernah berhenti memasok informasi positif dan konstruktif tentang Papua sebagai perlawanan terhadap hoaks dan disinformasi.

Kedua, Pemerintah bisa melawan hoaks dengan cara mengembangkan algoritma yang secara teknis menyapu hoaks yang akan memasuki ruang siber Indonesia. Sebagaimana ucapan Kepala BSSN Hinsa Siburian bahwa sumber hoaks tersebut ada yang dari dalam negeri dan luar negeri yang tujuannya provokasi.

"Yang dikhawatirkan di Jayapura adalah jika ada benturan antara massa Pro-OPM dengan massa Pro-NKRI terutama yang dari pendatang. Nah, mereka ini pasti haus akan informasi sehingga ketika informasi yang didapatkan hoaks, maka potensi rusuh itu muncul lagi," ujarnya.

Ketua DPR Bambang Soesatyo melihat ada kelompok yang tidak suka dengan hubungan baik antara Presiden Joko Widodo dengan warga Papua. Diketahui Presiden Jokowi meraih 90 persen suara di Papua saat Pilpres 2019 lalu.

Generasi muda Papua, kata dia, adalah generasi yang sama dengan generasi muda Indonesia lainnya di Jawa, Sumatera, Kalimantan atau Sulawesi. Bahwa mereka adalah generasi yang melek informasi, melek teknologi seperti media sosial sehingga jika terus diprovokasi pasti kena juga.

"Sentimen positif bagi pembangunan berkelanjutan di Papua telah dimulai oleh Presiden Joko WIdodo. Dan generasi muda Papua dipanggil untuk menjaga dan merawat sentimen positif itu," kata Bambang Soesatyo, Minggu (1 September 2019).

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan hasil intelijen menunjukkan ada keterlibatan pihak asing dalam serangkaian peristiwa kerusuhan di Papua. Termasuk di dalamnya aliran informasi dan hoaks yang bertujuan konflik dan separatisme.

Polri, kata dia, sudah berkoordinasi dengan berbagai stakeholder untuk menyikapi persoalan tersebut.

"Jadi kita memang harus menanganinya di dalam negeri dan luar negeri," kata Kapolri Tito Karnavian di Jakarta, Minggu (1 September 2019).

#Hoaks   #polri   #bssn   #UI   #koordinasi   #kolaborasi   #hinsasiburian   #titokarnavian   #divhumaspolri   #Papua   #separatisme

Share:




BACA JUGA
BSSN-Huawei Techday 2024
Keamanan Siber Membutuhkan People, Process, dan Technology.
Jaga Kondusifitas, Menko Polhukam Imbau Media Cegah Sebar Hoaks
Menteri Budi Arie Apresiasi Kolaborasi Perkuat Transformasi Digital Pemerintahan
BSSN dan Bank Riau Kepri Syariah Teken Kerja Sama Perlindungan ITE
BSSN Selenggarakan Workshop Tanggap Insiden Siber Sektor Keuangan, Perdagangan dan Pariwisata