IND | ENG
Setelah Internet, Kini Telepon dan SMS Dimatikan di Papua?

Aliansi SAFEnet saat menggelar aksi solidaritas di depan Kementerian Informatika dan Komunikasi di Jl Tanah Merdeka, Jakarta, Jumat, 23 Agustus 2019. Aksi tersebut dilakukan guna memberikan surat teguran (somasi) kepada Kemenkominfo Republik Indonesia untuk segera mencabut pemblokiran akses internet sesegera mungkin di Papua dan Papua Barat. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

Setelah Internet, Kini Telepon dan SMS Dimatikan di Papua?
Yuswardi A. Suud Diposting : Kamis, 29 Agustus 2019 - 17:45 WIB

Cyberthreat.Id - Pemerintah dilaporkan telah mematikan akses telepon dan pesan SMS  di Kota Jayapura, Papua, sejak pukul 15.30 waktu setempat, bersamaan dengan aksi demonstrasi massa anti-rasime di kota itu pada Kamis, 29 Agustus 2019.

Sebelumnya, sejak 21 Agustus lalu, Pemerintah lewat Kementerian Kominfo juga telah memblokir akses internet di sana.

Mengutip kantor berita Antara, pemblokiran akses komunikasi itu menimbulkan keresahan bagi sebagian warga.

Subarna, salah satu warga Jayapura kepada Antara di Jayapura, Kamis, mengatakan gelisah karena tidak dapat menghubungi keluarga di rumah untuk mengecek situasi.

"Saya telepon berulang-ulang tapi tidak bisa, saya khawatir keluarga, jangan sampai masih ada yang di jalan," katanya.

Senada dengan Subarna, Markus mengatakan setelah dipulangkan lebih awal oleh kantornya, dirinya juga agak takut untuk melewati rute jalan yang dilewati oleh massa pengunjuk rasa.

"Infonya di Abepura sudah rusuh karena ada aksi pembakaran, makanya kami yang bekerja di perbankan dipulangkan lebih awal," katanya.

Berdasarkan informasi di lapangan, massa yang bergerak dengan berjalan kaki melempari setiap bangunan yang dilewati.

Sedangkan massa yang menggunakan kendaraan bermotor bergerak membawa bendera-bendera yang dikibarkan.

Kantor Pos dan Telkom Dibakar

Kantor Berita Antara juga melaporkan aksi demonstrasi itu juga mengakibatkan Kantor Telkom di Jayapura dibakar massa.

"Antara juga melihat dari kejauhan Kantor Pos dan Kantor Telkomsel Jayapura terbakar. Massa juga membakar mobil di jalan serta melempari gedung pertokoan dan perkantoran," tulis Antara.

Hal ini dibenarkan oleh Manager Media Relation Telkomsel Singue Kilatmaka.

"Benar, karena itu Grapari tutup karena terletak sama dengan kantor Telkom. Yang dibakar kantor Telkomnya," kata Singue seperti dilaporkan  CNNIndonesia.com, Kamis (29/8).

Kerusuhan ini berimbas pada kantor layanan Telkomsel (GraPARI) Jayapura untuk sementara tidak beroperasi hingga waktu yang belum bisa ditentukan.

Situasi di Jayapura, Papua mencekam usai demonstrasi yang digelar Kamis (29/8). Aksi protes massa menolak rasisme berujung rusuh. Akibat kerusuhan itu aktivitas masyarakat Jayapura lumpuh.

Pertokoan dan perkantoran tutup sejak pukul 12.30 WIT. termasuk Mal Jayapura yang merupakan pusat perbelanjaan terbesar di Jayapura. Situasi mencekam muncul ketika para demonstran merusak beberapa kaca pertokoan dan hotel dengan menggunakan ketapel.

CNN Indonesia melaporkan, sejumlah pusat perbelanjaan di Distrik Abepura memilih tutup. Saga dan Mega Abepura tutup, Kantor Distrik Abepura dan BPS Kota Jayapura serta Kanwil Kantor Pos Maluku dan Papua juga tutup. Begitu juga, sejumlah kafe dan hotel. []

Baca juga:
Yang Gundah Setelah Internet Tak Lagi Menyala di Papua

#papua   #internet   #sosialmedia   #sosmed   #telepon

Share:




BACA JUGA
Survei APJII, Pengguna Internet Indonesia 2024 Mencapai 221,5 Juta Jiwa
Tingkatkan Kecepatan Internet, Menkominfo Dorong Ekosistem Hadirkan Solusi Konkret
Tingkatkan Kualitas Layanan Telekomunikasi, Kominfo Siapkan Insentif dalam Lelang Low Band
Layanan BTS 4G Daerah 3T Fasilitasi PBM dan Kegiatan Masyarakat 
Menkominfo: BTS 4G Dukung Pengamanan Pos Lintas Batas Negeri