
Robot Hemingway. | Foto: BBC
Robot Hemingway. | Foto: BBC
Cyberthreat.id – Dunia teknologi informasi benar-benar sedang bergulir ke arah yang tak terduga. Ada robot seks dengan kecerdasan buatan (AI) yang mirip sekali dengan manusia, ada pula robot AI yang dirancang meniru tulisan tangan seseorang.
Robot yang bisa menulis itu bernama Hemingway diproduksi oleh The Handwriting Company. Robot tersebut mampu menulis tangan yang indah meniru gaya tulisan tangan seseorang.
Sementara itu, ada robot buatan Universitas Brown di Rhode Island, Amerika Serikat yang memiliki kemampuan serupa, tapi ia bisa mereplikasi tulisan tangan dari berbagai bahasa.
Berita Terkait:
Ini merupakan tonggak kemampuan robot saat ini. “Prestasi yang gemilang bagi peneliti dan ahli robot yang bekerja di balik layar dan algoritma pembelajaran mesin yang mendukung keterampilan robot,” demikian tulis kontributor Forbes, Bernard Marr, yang diakses Rabu (28 Agustus 2019).
Hemingway dapat meniru gaya tulisan tangan siapa pun. Semua algoritma yang dibutuhkan Hemingway untuk meniru tulisan tangan adalah contoh tulisan tangan dari orang-orang yang dijadikan rujukan.
Hemingway tidak hanya bisa menulis lebih cepat dari manusia, tapi juga sangat akurat. Ia bisa menyelesaikan sampel teks yang disediakan dalam dua menit, sedangkan seseorang butuh waktu 15 menit untuk menuliskannya.
“Anda bisa bayangkan betapa pentingnya penghematan waktu ini,” tulis Marr. Cek videonya yang bersumber dari BBC di bawah ini:
Apa yang diambil algoritma Hemingway?
Setiap contoh atau sampel tulisan tangan pasti memiliki karakteristik khusus, itu yang menjadikan unik seseorang, termasuk tekanan pada alat tulis yang dipakai, bahkan ketidakkonsistenan si penulis.
“(Karakteristik sampel) itu semua diambil oleh algoritma Hemingway untuk menciptakan kembali sampel tulisan tangan yang sangat realistis, yang membuatnya sulit untuk membedakannya itu dibuat oleh robot atau bukan,” tulis Marr.
The Handwriting Company memproduksi Hemingway untuk dipakai ke sejumlah kliennya, seperti perusahaan, politisi, partai politik, hingga perusahaan pemasaran. Bahkan, robot tersebut juga pernah dipakai untuk menuliskan undangan pernikahan. “Perusahaan menjanjikan ‘otomatisasi robotika dengan kreativitas manusia’,” tulis Marr.
Bagaimana pun kehadiran robot Hemingway sungguh memiliki ancaman serius. Jika dipergunakan dengan itikad buruk, robot ini justru bisa menimbulkan kekacauan. Terlebih, perusahaan memasok produknya ke para politisi dan partai politik. Di satu sisi, sebaran atau kampanye hoaks yang ramai di medsos didominasi oleh isu politik.
Hemingway sangat memungkinkan untuk memproduksi hoaks dan disinformasi, sesuatu saat ini menjadi masalah besar dan sedang diperangi oleh negara-negara di seluruh dunia. Tulisan tangan Hemingway sangat bisa menipu seseorang atau institusi.
Namun, semua itu kembali lagi pada “siapa di balik pengguna” robot tersebut. Selama robot ini hanya dipakai untuk kebutuhan positif, Hemingway akan sangat memudahkan kerja manusia.
Share: