
Director of Payment, Fintech, and Virtual Products Bukalapak Victor Lesmana (kedua dari kiri) dan Pendiri dan CEO Axinan Wei Zhu (ketiga dari kiri) saat konferensi pers di Jakarta, Selasa, (27 Agustus 2019) | Foto : Eman Sulamean/Cyberthreat.id
Director of Payment, Fintech, and Virtual Products Bukalapak Victor Lesmana (kedua dari kiri) dan Pendiri dan CEO Axinan Wei Zhu (ketiga dari kiri) saat konferensi pers di Jakarta, Selasa, (27 Agustus 2019) | Foto : Eman Sulamean/Cyberthreat.id
Jakarta,Cyberthreat.id - Bukalapak, platform e-commerce yang sudah berstatus unicorn di Indonesia menjalin kerjasama dengan Axinan, perusahaan insurance technology (insurtech) yang berbasis di Singapore.
Melalui Sompo Insurance, yang merupakan mitra Axinan di Indonesia, Bukalapak menyediakan fitur untuk premi asuransi, bagi para pengguna yang ingin mengasuransikan produk gadget, ataupun proses pengiriman melalui Bukalapak.
Director of Payment, Fintech, and Virtual Products Bukalapak Victor Lesmana mengatakan, tujuan menjalin kerjasama dengan Axinan, adalah untuk memberikan kemudahan, serta memastikan kemanan dan kenyamanan konsumen, ketika berbelanja melalui platform Bukalapak.
“Ini sejalan dengan misi kami, yang bertumpu pada inovasi teknologi yang diciptakan untuk memfasilitasi kebutuhan konsumen. Sehingga, ketika menggunakan Bukalapak, yang terpikir dalam benak komusmen adalah, kemudahan, kemanan, dan kenyamanan,” kata Victor saat konferensi pers di Jakarta, Selasa, (27 Agustus 2019).
Menurut Victor, kerjasama dengan penyedia asuransi memang sudah terjadi di platform Bukalapak selama ini. Tetapi, para pengguna umumnya memilih, dan harus melewati proses yang agak panjang, ketika ingin menggunakan produk asuransi tersebut. Karena, penyedia produk asuransi terpisah dari platofrm Bukalapak.
“Dengan kerjasama ini, produk asuransi Axinan terintegrasi dalam platform kita. Sehingga memudahkan pengguna ketika melakukan proses transaksi di platform kita. Ini berbeda dengan selama ini, karena, produk-produk asuransi stay alone, di mana produknya itu harus dijual, itu pasti butuh proses yang lebih panjang. Ketika transaksi, pengguna juga harus kembali ke halaman lain, ketika ingin menggunakan asuransi,” ujar Victor.
Sementara, Pendiri dan CEO Axinan Wei Zhu mengungkapkan, boomingnya e-commerce di Indonesia serentaknya menghadirkan berbagai tantangan bagi penyedia platofrm sendiri. Penyedia platform dituntut harus memiliki teknologi yang handal, sehingga bisa memastikan kenyamanan konsumen.
“Ada kebutuhan yang kami sadari, muncul akibat risiko yang melekat dengan pasar e-commerce, yaitu kerusakan dan kehilangan pada saat pengiriman. Kami berupaya untuk memenuhi kebutuhan ini dengan produk asuransi ini. Kami harapkan, kerjasama ini bisa membawa dampak yang luas bagi masyarakat Indonesia,” kata Wei.
Ke depannya, pihaknya juga ingin terus mengembangkan fitur-fitur asuransi yang dinilai cocok dengan berbagai produk yang tersedia di Bukalapak. Sehingga, konsumen bisa menikmati kenyamanan ketika bertransaski melalui Bukalapak.
“Kami menantikan kemitraan yang lebih jauh lagi dengan Bukalapak, mulai dari gadget, asuransi pengiriman, serta berbagai solusi inovatif lainnya,” pungkas Wei.
Share: