
Kondisi di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA). | Foto: Bernama
Kondisi di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA). | Foto: Bernama
Kuala Lumpur, Cyberthreat.id – Jaringan di bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) mulai dipulihkan secara bertahap. Hingga Sabtu (24 Agustus 2019), proses di konter-konter check-in mulai berjalan normal sejak mengalami gangguan selama tiga hari atau sejak 21 Agustus malam.
Laporan Bernama menyatakan, sebagian besar penumpang mengeluhkan kondisi tersebut dan merasa tidak puas dengan cara operator bandara menangani masalah tersebut.
Seorang calon penumpang, Norsiah Syahruddin (27) mengatakan, dia dan ibunya harus datang ke KLIA lima jam sebelum keberangkatan karena berita gangguan sistem.
"Penerbangan saya dengan Malindo Air ke Kota Kinabalu seharusnya 14.15, tapi saya tiba di sini 08.00. Kami khawatir sistem akan dimatikan karena kami tidak tahu apa yang akan terjadi. Jadi, kami harus datang lebih awal," kata dia.
Berita Terkait:
Namun, Malaysia Airports Holdings Berhad (MAHB) menyatakan, situasi membaik setelah penggantian peralatan jaringan. Proses check-in pada Sabtu sore, sebagian besar penumpang tidak mengalami kesulitan.
Gangguan sistem telah menyebabkan kegagalan sejumlah sistem operasi termasuk Sistem Tampilan Informasi Penerbangan (FIDS), konter check-in, Sistem Penanganan Bagasi (BHS), koneksi wifi, dan sistem kartu kredit di toko ritel bandara.
Gangguan teknis tersebut untuk pertama kali dialami KLIA sejak dibuka pada Juni 1998. Sebelumnya, gangguan operasi di bandara internasional karena pemadaman listrik yang menyebabkan seluruh KLIA menjadi gelap dan penundaan enam penerbangan pada September 2003.
Menurut juru bicara MAHB, gangguan teknis seperti itu juga pernah dialami bandara-bandara lain di seluruh dunia, tetapi KLIA beruntung masih beroperasi.
"Mereka (staf MAHB) telah menunjukkan semangat tim yang baik dalam menghadapi situasi ini. Situasi di (KLIA) tidak buruk, operasinya masih berjalan baik," katanya.
Ia mencontohkan gangguan di Bandara Heathrow pada 2018 dan menghentikan puluhan penerbangan karena masalah teknis. Lalu, pada 2013 gangguan serupa juga terjadi di Inggris dan Irlandia karena kesalahan di bandara.
Sejak gangguan sistem, staf MAHB telah bekerja lebih dari 12 jam untuk memastikan lalu lintas lancar dan membantu penumpang. Mereka membagikan makan siang dan minuman yang dikemas untuk penumpang yang terkena gangguan.
Share: