IND | ENG
Ketika Para Hacker Momong Anak di Black Hat dan Defcon

Peserta Black Hat 2019 | Foto: ZDNet

Ketika Para Hacker Momong Anak di Black Hat dan Defcon
Andi Nugroho Diposting : Minggu, 11 Agustus 2019 - 12:40 WIB

Las Vegas, Cyberthreat.id – Acara para peretas (hacker) selalu identik dengan laki-laki dewasa, tidak bagi anak-anak dan perempuan.

Ketika acara tahunan para peretas, Defcon, untuk pertama kali  diadakan oleh Jeff Moss, sang pendiri, pada 1993, sama sekali  tidak ada anak-anak di acara itu.

Zaman telah berganti, para peserta pun semakin menua. Mereka kini memiliki istri dan anak-anak.

Kondisi itulah yang kemudian mempengaruhi acara tahunan hacker tersebut. Tempat penitipan anak (day care) atau ruang penitipan anak (childcare room) di acara tahunan Black Hat dan Defcon kini sangat diminati.

"Ketika yang lebih tua di komunitas kami mulai memiliki anak, mereka ingin terus datang kembali dan melihat teman-teman mereka," Moss menjelaskan alasan membuka layanan penitipan anak tersebut.

Sambil guyon, Moss mengatakan bahwa mereka “menciptakan bayi Defcon untuk bayi”, dan dia terkejut mengetahui bahwa layanan itu diminati, bahkan terjual habis.

Kebetulan hari ini, Minggu (11 Agustus), adalah hari terakhir acara Defcon yang diadakan di di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat sejak 8 Agustus lalu, sedangkan Black Hat lebih dulu digelar pada 3-Agustus.

Sejak dua tahun lalu, Black Hat memulai layanan penitipan anak—dua dekade sejak acara itu pertama kali digelar. Acara yang dianggap setara dengan Defcon, tapi lebih formal dan korporat ini, memberikan layanan anak karena para peserta melihat kurangnya partisipasi perempuan.

Tahun lalu, survei dari penyelenggara Black Hat, menunjukkan, bahwa lebih dari separuh responden khawatir tentang kekurangan minoritas dan perempuan. Terlebih, minat cybersecurity juga kian tinggi.

Ini sesuai data survei 2019 dari Konsorsium Sertifikasi Keamanan Sistem Informasi Internasional. Disebutkan, kini perempuan telah berkontribusi sebanyak 24 persen dalam tenaga kerja bidang cybersecurity—melonjak dari sebelumnya 11 persen pada 2017.

Defcon Pertama Kali

Black Hat bukan satu-satunya konferensi hacker yang menawarkan layanan penitipan anak, tulis CNET, 7 Agustus lalu. LocoMocoSec, sebuah konferensi hacker di Hawaii tahun lalu juga membuka layanan serupa dan gratis untuk peserta.

Tahun ini, kata Jeff Moss, Defcon mengenalkan layanan penitipan anak meski masih bersifat terbatas. Kemungkinan besar, kata dia, tahun depan penyelenggara akan menyediakan fasilias lebih lengkap bagi penitipan anak.

Tahun ini Defcon menyewa empat hotel untuk peserta dan untuk pertama kalinya menyediakan “kamar ibu”.

"Tahun ini kami memiliki ruang tambahan hotel. Kami mulai berpikir, kelompok apa yang bisa menggunakan ruang ekstra?" kata Moss. Maka, ia memutuskan untuk membuka ruang pengasuhan anak tersebut.

Sementara itu, di Defcon juga ada kegiatan lain yaitu Asylum r00tz yang didirikan oleh Nico Sell pada 2010.

Asylum r00tz bukanlah penitipan anak, tapi diselenggarakan untuk menarik minat anak-anak usia 8-16 tahun untuk mengenal dunia peretasan. Sejumlah orangtua bahkan mengatakan mereka tidak akan menghadiri Defcon jika bukan karena r00tz.

"Sebagai seorang ibu, anak-anak perempuan saya sudah ikut ke Defcon setiap tahun," kata Sell. "Saya pikir (kegiatan) ini luar biasa untuk menarik lebih banyak anak di acara ini."

Tantangan penitipan anak

Sementara program penitipan anak Black Hat baru memasuki tahun ketiga. Sayangnya, konferensi keamanan yang memiliki ribuan peserta setiap tahun itu, hanya segelintir orangtua yang memanfaatkan program penitipan anak, ujar Manajer Umum Black Hat Steve Wylie.

Pada tahun pertama, KiddieCorp, sebuah perusahaan yang menyediakan layanan penitipan anak untuk acara itu hanya mengawasi lebih dari delapan anak selama dua hari.

Tahun berikutnya, layanan penitipan anak menampung sembilan anak. Bedanya, penyelenggara Black Hat menambah layanan penitipan anak menjadi empat hari seiring meningkatnya permintaan

"Kami ingin memastikan ini adalah acara yang inklusif dan ramah bagi semua orang," kata Wylie.

Tahun ini, KiddieCorp mengharapkan mengawasi 13 anak-anak di penitipannya, kata Amber Standley, manajer operasi Kiddie Corp.

Black Hat menawarkan program ini untuk anak-anak dari usia 6 bulan hingga 12 tahun. Biayanya US$ 10 per jam per anak. Biaya tersebut di luar biaya pendaftaran Black Hat sebesar US$ 2.295 (sekitar Rp 33 juta).

“Memiliki program penitipan anak di Las Vegas bukanlah tugas yang mudah,” kata Moss.

Sebagai penyelenggara Defcon, ia menyiapkan waktu selama enam bulan agar layanan ini segera diterapkan tahun ini.

Ia mengakui masih banyak kendala yang dihadapi, salah satunya, program ini harus sesuai dengan lisensi pengasuhan anak, Departemen Kesehatan dan Pedoman Kebakaran Nevada. Hal ini dibenarkan oleh mitra kerja Black Hat, KiddieCorp.

Tak hanya itu, pengasuh perlu memiliki lisensi pengasuhan anak lokal, pemeriksaan makanan dan dan ruangan yang harus sesuai dengan peraturan setempat.

#hacker   #blackhat   #defcon   #peretas   #blackhat2019

Share:




BACA JUGA
Microsoft Ungkap Aktivitas Peretas Rusia Midnight Blizzard
Penjahat Siber Persenjatai Alat SSH-Snake Sumber Terbuka untuk Serangan Jaringan
Peretas China Beroperasi Tanpa Terdeteksi di Infrastruktur Kritis AS selama Setengah Dekade
Kanal Youtube Diretas karena Konten Kritis? Begini Kata Akbar Faizal
Google Cloud Mengatasi Kelemahan Eskalasi Hak Istimewa yang Berdampak pada Layanan Kubernetes