
Ilustrasi. | Foto: mashable.com
Ilustrasi. | Foto: mashable.com
Cyberthreat.id - Amerika Serikat akan menyelenggarakan pemilihan presiden pada 2020 mendatang, dan beberapa pengguna media sosial AS sudah ingin menekan tombol "snooze" pada politik.
Laporan Mashable.com menyebutkan sebuah survei baru dari Pew Research Center menemukan bahwa 46 persen pengguna media sosial AS merasa "lelah" dengan politik di media sosial. Angka ini meningkat 9 persen dari 2016.
Pew bertanya kepada 4.200 orang dewasa AS pada bulan Juni bagaimana perasaan mereka tentang diskusi politik di media sosial. Tiga puluh delapan persen mengatakan mereka "tidak merasa kuat" tentang melihat politik dalam umpan mereka, sementara hanya 15 persen mengatakan mereka menyukainya, penurunan 5 persen dari 2016.
Menurut Mashable.com, itu berita buruk. "Fakta bahwa melihat politik secara online membuat kita kecewa dapat membuat kita lebih kecil kemungkinannya untuk terlibat secara politis, yang sangat penting dengan pemilihan mendatang dan masalah politik hidup dan mati yang melanda negara ini," kata Mashable.
Mashable menambahkan, penting juga untuk diingat bahwa tidak terlibat dengan politik, baik online atau IRL, adalah tanda hak istimewa. "Sementara kelelahan tidak sama dengan melepaskan diri, membiarkan kelelahan menang atas tindakan adalah sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang hidupnya aman di bawah pemerintahan Trump."
Data Pew menunjukkan bahwa: 52 persen pengguna media sosial kulit putih lelah dengan konten politik di media sosial, dibandingkan dengan 36 persen pengguna non-kulit putih.
Selain itu, 51 persen dari kaum konservatif mengatakan mereka lelah dengan menjumpai pos-pos politik online, versus 43 persen dari kaum liberal.
"Rentetan berita buruk dan diskusi tanpa henti sudah cukup untuk membuat siapa pun butuh tidur siang. Tapi sekarang jelas bukan saatnya untuk menutup mata," demikian Mashable.
Lalu bagaimana dengan politik Indonesia yang juga tak lama lagi akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah? Apakah warga Indonesia sudah lelah dengan politik di medsos atau masih sangat kuat?
Share: