
Ilustrasi. | Foto: akun Instagram PLN Jateng DIY
Ilustrasi. | Foto: akun Instagram PLN Jateng DIY
Jakarta, Cyberthreat.id – Perusahaan Listrik Negara dalam masalah pelik. Setelah insiden pemadaman massal di sebagian Jawa pada Minggu-Senin (4-5 Agustus 2019), di dunia maya PLN pun beredar informasi-informasi yang tidak jelas sumbernya.
Informasi yang viral di jejaring sosial dan media sosial adalah pemadaman listrik bergillir. Pada Selasa (6 Agustus), misalnya, muncul informasi bahwa PLN akan memadamkan listrik serampak di Jawa Tengah dan Yogyakarta pada Rabu (7 Agustus) mulai pukul 09.00 hingga 16.00.
Namun, PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan DIY membantah informasi yang beredar tersebut. “Issue pemadaman serempak [...] adalah tidak benar, mohon maaf atas ketidaknyamanannya,” demikian tulis PLN di akun Instagram-nya (@pln.jatengdiy).
Selain itu, muncul juga surat pemberitahuan pemadaman bergilir di wilayah Jakarta, yaitu Pesanggrahan, Meruya, dan Joglo. Informasi yang beredar ini berbentuk foto surat bertanggal 8 Juli 2019 dengan kop surat PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tanggerang Area Kebon Jeruk.
Poin yang menjadi masalah adalah PLN akan memberikan bantuan berupa Unit Genset atau bantuan lainnya bagi warga yang terkena pemadaman listrik. Bantuan tersebut bersifat dipinjamkan sampai dengan listrik nyala kembali dan tidak dikenakan biaya.
Sumber: Facebook PLN123
Dalam akun Facebook-nya, PLN pun mengklarifikasi beredarnya surat tersebut. “Surat ini hoax dan merupakan salah satu modus penipuan. PLN tidak menawarkan penyewaan atau pun jual beli genset,” tulis PLN, Kamis (8 Agustus 2019).
Warganet pun turut berkomentar mengenai viralnya surat tersebut. Pengguna Facebook atas nama Novita Permania juga menyatakan bahwa modus serupa itu juga terjadi di wilayah Pondok Kopi dan Bintara, Jakarta Timur. Novita juga mengunggah foto surat tersebut. Hal sama juga ditambahkan oleh pengguna lainnya, Yonas Mobilian juga sama-sama di daerah Pondok Kopi.
Bentuk Tim Investigasi
Sementara itu terkait dengan pemadaman massal pada 4-5 Agustus lalu, Direktur Strategis 1 PLN, Djoko Rahardjo Abumanan, mengatakan, perusahaan telah membentuk tim investigasi independen yang melibatkan pakar dari tujuh universitas negeri di Indonesia.
Ia mengutarakan, akan selalu terbuka jika pihak luar ingin melakukan investigasi terkait dengan hal tersebut.
Berkaitan beredarnya informasi tentang penyebab pemadaman lebih dari 12 jam tersebut, ia meminta masyarakat untuk menunggu hasil investigas.
Salah satu yang ramai di dunia maya yakni bahwa pemadaman listrik itu karena pohon sengon. “Uuntuk penyebabnya saya tidak bisa membenarkan ataupun menyalahkan statement yang keluar. Kita tunggu saja hasil investigasi yang ada” ujar Djoko di kantor Ombudsman Republik Indonesia, Kamis.
Anggota Ombudsman RI, Laode Ida mengatakan, lembaganya juga sama akan membentuk tim investigasi yang akan bekerja selama tiga pekan.
Dalam pertemuan dengan Ombudsman, Kementerian ESDM, dan Komunitas Konsumen Indonesia, menurut Laode, PLN telah memberikan sejumlah informasi secara komprehensif.
Sumber: Facebook PLN123
Ombudsman juga membahas mengenai kompensasi yang akan diberikan PLN kepada para konsumen. Menurut ombudsman pemberian kompensasi yang diberikan PLN k harus sesuai prosedur.
Ombudsman juga meminta PLN memeratakan pelayanan listrik ke seluruh daerah. Termasuk pula kompensasi yang akan diberikan kepada para pelanggan, bukan hanya di Jakarta, tetapi juga dilakukan ke seluruh Indonesia.
“Kami juga banyak menerima laporan kalau pemadaman tidak hanya terjadi di Jakarta saja, bahkan di daerah seperti Kalimantan dan Indonesia bagian timur sudah sering mengalaminya,” kata Laode.
“Makanya, kami minta PLN memeratakan kompensasi dan meningkatkan pelayanannya,” ujar Laode.
Berikut ini sejumlah komentar warganet di Facebook PLN 123 menyangkut kompensasi dan lainnya:
Share: