
Ilustrasi | Foto : Techrepublic.com
Ilustrasi | Foto : Techrepublic.com
Jakarta, Cyberthreat.id – Kaspersky, perusahaan cybersecurity asal Moskow, Rusia menyebutkan serangan Distributed Denial of Service (DDoS) meningkat selama kuartal kedua 2019.
Jumlah serangan pada kuartal kedua tahun ini terdapat 44 persen lebih sedikit dibandingkan kuartal pertama. Jika dibandingkan dengan periode sama 2018, terjadi peningkatan 18 persen dan kenaikan 25 persen dari kuartal kedua 2017.
“Tren ini agak mengkhawatirkan untuk bisnis. Banyak yang terlindungi dengan baik dari volume jump traffic yang tinggi, tetapi serangan DDoS pada lapisan aplikasi perlu mengidentifikasi aktivitas ilegal meski volumenya rendah,” kata Alexey Kiselev, Business Development Manager Kaspersky DDoS Protection melalui siaran pers, Rabu (7 Agustus 2019).
Menurut Kaspersky, tipe serangan berupa lapisan aplikasi yang lebih sulit untuk dikelola dan dilindungi. Jenis serangan ini menargetkan fungsi atau API aplikasi tertentu, tidak hanya untuk menggunakan jaringan, tetapi juga sumber daya server.
Serangan juga lebih sulit untuk dideteksi dan dilindungi karena memiliki permintaan yang terlegitimasi.
Kaspersky mengungkapkan, analisis perintah yang diterima oleh bot dari server command and control (C&C) mengungkapkan bahwa serangan DDoS terpanjang pada kuartal kedua II 2019 berlangsung 509 jam atau hampir 21 hari.
“Ini adalah serangan terlama sejak Kaspersky mulai memantau aktivitas botnet pada tahun 2015. Sebelumnya, serangan terlama berlangsung 329 jam dan terdaftar pada kuartal keempat 2018,” ujar Kiselev.
Share: