
Ilustrasi Ruangan Data Center | Foto : Biznet
Ilustrasi Ruangan Data Center | Foto : Biznet
Jakarta,Cyberthreat.id - Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) atau Asosiasi Penyelenggara Data Center Indonesia, memastikan bahwa imbas pemadaman listrik oleh PLN terhadap sejumlah wilayah di Indonesia, tidak menggangu kinerja data center di Indonesia.
Pasalnya, sejumlah penyedia data center yang bernaung di bawah IDPRO, sebagian memang menggunakan pasokan daya listrik dari PLN, tetapi sebagiannya lagi tidak mengggunakan pasokan dari PLN.
“Sepengetahuan saya tidak ada anggota asosiasi kami mengalami downtime. Banyak anggota kami yang menggunakan PLN, dan pastinya mereka memiliki redundansi, dan juga telah di back up oleh generator untuk memastikan bahwa pelanggan mereka tetap memiliki pasokan listrik. Ada juga member IDPRO yang menggunakan perusahaan listrik private, sehingga mereka sama sekali tidak mengalami gangguan dan mereka beroperasi secara normal,” kata Stephanus Oscar, Bendahara IDPRO kepada Cyberthreat.id, Senin, (5 Agustus 2019).
Menurut Pria yang juga Sales and Marketing Manager PT Data Center Infrastructure (DCI) Indonesia tersebut, kebanyakan dari Data Center provider yang anggota IDPRO memiliki standar Tier III, sehingga jika ada masalah pasokan daya, mereka memiliki cukup redundansi untuk mengantisipasi hal tersebut.
“Hal ini menunjukkan bahwa industri data center di Indonesia sudah memiliki infrastruktur yang cukup baik, walaupun kami mengalami pemadaman listrik, namun data center di Indonesia masih dapat beroperasional secara normal walaupun dengan menggunakan Generator,” ujar Oscar.
Oscar juga menuturkan, beberapa member IDPRO juga menggunakan perusahaan listrik private yang mempunyai jaringan terpisah dari PLN. Selain itu, Data Center IDPRO memiliki redundansi dari segi generator dan UPS yang memadai, sehingga jika ada pasokan listrik yang bermasalah dari luar, akan dapat di back up oleh Generator.
“Untuk kejadian kali ini, dampaknya hampir tidak ada, karena semuanya beroperasional dengan baik,” jelas Oscar.
Oscar juga mengungkapkan, langkah yang harus dilakukan penyedia data center, sehingga tetap beroperasi secara maksimal. Diantaranya, Penyedia data center harus memastikan bahwa data center mereka memiliki operasional yang excellent.
“Memiliki infrastruktur yang paling canggih dan lengkap saja belum cukup jika tidak mempunyai keahlian dalam operasional dan pemeliharaan. Ibaratnya seperti mempunyai mobil Ferrari namun tidak tau cara mengemudi dan merawatnya,” tutur Oscar.
Sedangkan, Vice President Sales PT Graha Teknologi Nusantara Tjetjep Dharmawan mengungkapkan, GTN Data Center tidak menggunakan PLN sebagai sumber listriknya.
GTN, yang juga merupakan anggota IDPRO, menggunakan Cikarang Listrindo sebagai sumber listrik, sehingga kejadian pemadaman yang terjadi terhdap PLN kemarin sama sekali tidak berpengaruh terhadap kinerja GTN Data Center. Saat ini, GTN menggunakan kapasitas terepasang sampai 5MW yang dapat ditingkatkan sampai dengn 40MW.
“GTN menggunakan dua pembangkit listrik yang terpisah dari Cikarang Listrindo, dan selalu menggunakan back up dengan sejumlah UPS dan Genset yang terintegrasi dan berfungsi serta sudah teruji sangat baik dalam tiga tahun beroperasinya GTN,” ungkap Tjetjep.
Tjetjep menjelaskan, untuk menjaga kepastian dan kesatabilan listrik, GTN selalu melakukan maintenance yang dieprlukan terhadap unit-unit perangkat yang terkait, serta juga melakukan testing berkala yang menguji kesiapan dan kesigapan serta ketersediaan aliran daya listrik jika terjadi pemberhentian aliran daya tiba-tiba dari pembangkit.
“GTN sangat concern pada ketersediaan daya listrik sebagai suatu hal yang sangat critical terhadap kelangsungan bisnis dari para pelanggan GTN yang telah mempercayakan penempatan perangkatnya di GTN,” kata Tjetjep.
Share: