
Ilustrasi. | Foto: Antara
Ilustrasi. | Foto: Antara
Jakarta, Cyberthreat.id - Jaringan listrik di sebagian wilayah di Jabodetabek mulai kembali normal hingga pukul 17.30 WIB setelah padam sejak pukul 11.40-an.
Di akun Facebook PLN (@cc123pln), Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN, I Made Suprateka, mengatakan, PLN berhasil berhasil mengalirkan tegangan listrik ke Gardu Induk Tegangan Extra Tinggi (GITET) Balaraja dan untuk selanjutnya menuju ke PLTU Suralaya agar dapat beroperasi secara bertahap mencapai kapasitas 2800 megawatt (MW).
Selain itu dari GITET Gandul akan disalurkan ke PLTGU Muara Karang untuk memasok aliran listrik ke DKI Jakarta. "Diperkirakan bertahap hingga tiga jam untuk pulih secara keseluruhan," kata Made.
Saat ini, kata Made, PLN masih fokus mengirimkan pasokan ke PLTGU Muara Karang dan PLTGU Priok agar distribusi listrik DKI Jakarta segera pulih.
"Saya selaku Plt Dirut PLN dan jajaran Direktur PLN memimpin langsung proses pemulihan dari pusat pengendali beban sistem Jawa-Bali," kata Plt Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani di Jakarta, Minggu (4 Agustus 2019).
"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan kondisi pada hari ini, dan saat ini semua upaya dikerahkan untuk memulihkan sistem Jawa -Bali secara keseluruhan, khususnya area Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta," ujar dia.
Sejauh ini PLN telah mengoperasikan PLTA Saguling dan PLTA Cirata yang berfungsi sebagai penstabil daya dan tegangan sekaligus untuk mengirimkan pasokan listrik dari Timur ke Barat menuju PLTU Suralaya melalui GITET Cibinong (Bogor), Depok dan Gandul (Depok), Lengkong (Bandung), serta Balaraja dan Suralaya (Banten).
Distribusi listrik dari GITET Balaraja yang akan menuju ke PLTU Suralaya diperkirakan secara bertahap berjalan hingga enam jam menuju operasional normal seluruh sistem Jawa Barat dan Banten.
Sripeni mengatakan, pemadaman listrik di Jawa Barat, Jakarta, dan Banten berawal dari gangguan pada Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi (SUTET) 500 kV Ungaran-Pemalang.
"PLN telah melakukan upaya-upaya maksimal dan akan melakukan evaluasi internal untuk mencegah terulangnya kejadian hari ini," kata Sripeni.
Pemadaman listrik tersebut juga sempat menggangu saluran telekomunikasi dalam waktu sejam lebih. Sejumlah pengguna Telkomsel, Indosat, dan Smartftren mengeluhkan tak bisa menelepon dan menggunakan paket data internetnya.
Komentar Warganet
Sejumlah pengguna Facebook menyesalkan pelayanan PLN yang dianggap tidak mengantisipasi dengan gangguan listrik tersebut.
"Bagaimana ini? Seharusnya PLN sudah punya rencana antisipasi jika di kemudian hari terjadi hal seperti ini. Ini membuktikan kalau para tekniksi PLN tidak profesional atau telat aksi dalam menghadapi masalah seperti ini," tulis Vito Dewangga ketika mengomentari unggahan terakhir PLN di Facebook.
Sejumlah pengguna Facebook banyak yang mengeluhkan kapan daerah mereka masing-masing menyala kembali seperti Depok, Sukabumi, Bekasi, Serang, Bandung, dan Tangerang.
Ada pula pengguna yang mencermati kata-kata di siaran pers yang diunggah tersebut. "Penggunaan kata 'berhasil' berulang ulang dalam release ini," sindir Giri Woro Bangun.
Dalam rilis memang tak disebutkan apa penyebab gangguan tersebut, sehingga pengguna pun ada yang kritis menanyakannya. "Jadi penyebab masalahnya apa? Sudah dua kali kejadian, antisipasinya bagaimana?" tulis Pardi Dian Tirta.
"Kasus ini membuktikan kalau PLN tidak siap jika ada skenario trouble seperti ini. Seharusnya PLN bisa mengantisipasi masalah seperti ini sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk recovery. Semoga ke depan, PLN lebih siap," demikian komentar dari Aditia Ekalaya, pengguna Facebook lain.
Share: