
Ilustrasi
Ilustrasi
California, Cyberthreat.id - Raksasa perangkat elektronik Apple dan Samsung mengalami penurunan penjualan. Apple mencatat penurunan penjualan iPhone, sedangkan Samsung mencatat penurunan penjualan chipset smartphone.
CEO Apple, Tim Cook, mengatakan penurunan penjualan sebenarnya membuktikan keberhasilan Apple dalam melakukan diversifikasi produknya. Di China, kata Cook, jumlah keseluruhan pengguna perangkat Apple tumbuh pada kuartal ketiga fiskal.
Pertumbuhan ini membantu meningkatkan pasar Apple terutama untuk layanannya, yang ditandai dengan kenaikan penjualan lebih dari 10 persen di Negeri Tirai Bambu tersebut.
"Kami tumbuh di daratan China. Pendapatan non-iPhone tumbuh 17 persen. Kami tumbuh di setiap kategori di luar iPhone," kata Cook.
Reuters menyebut penjualan iPhone global turun 12 persen ke angka 25,9 miliar USD atau sekitar Rp362,8 triliun. Pada kuartal sebelumnya, penjualan iPhone juga telah menurun sebesar 17 persen.
Penjualan iPhone turun menjadi kurang dari setengah pendapatan per kuartal. Itu terjadi untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun.
Samsung Alami Ketidakpastian
Raksasa teknologi Korea Selatan, Samsung juga mencatat penurunan laba sebesar 56 persen pada kuartal Juni 2019. Hal ini disebabkan kelebihan pasokan chipset. Akibatnya, harga chipset menurun.
Penurunan laba dan prospek yang tidak pasti membayangi optimisme perusahaan bahwa pasar chip telah mencapai titik terendah. Samsung percaya kondisi ini tidak akan berlangsung lama dan bakal mulai pulih di semester kedua 2019.
"Selain ketidakpastian tinggi yang disebabkan konflik perdagangan global berkepanjangan, lingkungan eksternal mengenai bisnis komponen kami baru-baru ini berada di bawah tantangan baru," kata Kepala Hubungan Investor Samsung, Robert Yi.
Laba operasional dalam bisnis chip Samsung yang merupakan penghasil uang terbesarnya anjlok sebesar 71 persen menjadi 3,4 triliun won sekitar Rp 40,3 triliun. Padahal tahun lalu labanya mencapai 11,6 triliun won atau sekitar Rp 137,6 triliun.
Sementara dari sisi penjualan smartphone, Samsung membukukan keuntungan 1,6 triliun won atau sekitar Rp18,9 triliun dalam pendapatan kuartal. Pendapatan tersebut turun 42 persen dari tahun lalu, karena lemahnya penjualan ponsel flagship dan peningkatan biaya pemasaran.
Share: