IND | ENG
Duh, 2.500 Data Pribadi Kepolisian Los Angeles Bocor

Ilustrasi | Foto: Freepik

Duh, 2.500 Data Pribadi Kepolisian Los Angeles Bocor
Eman Sulaeman Diposting : Selasa, 30 Juli 2019 - 13:18 WIB

Los Angeles, Cyberthreat.id - Departemen Kepolisian Los Angeles mengumumkan telah mengalami pelanggaran data. Kasus pelanggaran data tersebut telah mengungkap nama, alamat email, kata sandi, dan tanggal lahir untuk petugas polisi dan juga calon polisi.

Jumlah Polisi yang terekspose data pribadinya sebanyak 2.500 orang. Sedangkan, pelamar atau calon polisi sebanyak 17.500 data pribadi yang terekspose. Kasus pelanggaran data tersebut, ditemukan pada 25 Juli 2019.

Dalam sebuah pernyataan kepada BleepingComputer, Senin, (29 Juli 2019),  Pihak Departemen Kepolisian Los Angeles telah mengkonfirmasi pelanggaran data, dan mengatakan bahwa mereka bekerja dengan mitra kota untuk menentukan ruang lingkup pelanggaran tersebut.

Sedangkan, untuk petugas dan pelamar yang telah terkena dampak, pihak berwenang kota Los Angeles telah memberi tahu mereka, dan akan terus memberikan pembaruan saat tersedia.

"Departemen Kepolisian Los Angeles bekerja dengan mitra kota kami untuk lebih memahami tingkat dan dampak dari pelanggaran data ini. Kami juga mengambil langkah-langkah untuk memastikan data Departemen dilindungi dari gangguan lebih lanjut,” tulis pihak Departemen Kepolisian Kota Los Angeles.

"Karyawan dan individu yang mungkin telah terpengaruh oleh insiden ini telah diberitahukan dan kami akan terus memperbaruinya saat kami melanjutkan penyelidikan ini. Keamanan data sangat penting di Departemen Kepolisian Los Angeles dan kami berkomitmen untuk melindungi privasi siapa pun yang terkait dengan agensi kami,”

Sementara itu, dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh Kantor Walikota Los Angeles, Eric Garcetti mengungkapkan, pelanggaran tersebut terjadi pada basis data lama yang tidak lagi digunakan oleh Departemen Personalia dan mengungkapkan informasi yang terbatas.

"Kami sedang menyelidiki peristiwa data yang ditemukan pada 25 Juli, dan melibatkan informasi terbatas tentang pelamar pekerjaan di kota Los Angeles, dalam database yang tidak lagi digunakan oleh Departemen Personalia,” ungkap Eric.

“Kami memperlakukan perlindungan data pribadi dengan sangat serius, dan pihak administrasi kota telah memberi tahu orang-orang yang mungkin telah terkena dampaknya. Badan Teknologi Informasi Kota juga telah menambahkan lapisan keamanan tambahan untuk berjaga-jaga terhadap peristiwa semacam ini di masa depan,” tambah Eric.

Menurut BleepingComputer, tidak diketahui bagaimana pelanggaran data ini terjadi. Tetapi, jika data ditemukan dan dijual di dark web, dan berapa lama akses tidak sah, maka itu mungkin telah memberikan akses kepada orang-orang.

Lebih jauh, Serikat pekerja untuk Departemen Kepolisian Los Angeles,melalui laman Facebook, menyatakan,  ini adalah masalah keamanan serius. Mereka juga mengharapkan perlindungan diberlakukan, agar pelanggaran jenis ini tidak terjadi lagi di masa depan.

Di sisi lain, mereka juga berharap pihak administrasi Kota akan menyediakan sumber daya yang diperlukan, untuk melindungi dan membantu kantor yang terkena dampak jika terjadi pencurian identitas.

#datapribadi   #pelanggarandata   #Kepolisianlosangeles   #LAPD   #losangeles   #hacker   #cybersecurity   #cyberattack

Share:




BACA JUGA
Pemerintah Dorong Industri Pusat Data Indonesia Go Global
Microsoft Ungkap Aktivitas Peretas Rusia Midnight Blizzard
Hacker China Targetkan Tibet dengan Rantai Pasokan, Serangan Watering-Hole
Penjahat Siber Persenjatai Alat SSH-Snake Sumber Terbuka untuk Serangan Jaringan
Peretas China Beroperasi Tanpa Terdeteksi di Infrastruktur Kritis AS selama Setengah Dekade