
Pengamat Startup dan Founder Kinesys Group, Yansen Kamto | Foto : Twitter
Pengamat Startup dan Founder Kinesys Group, Yansen Kamto | Foto : Twitter
Jakarta,Cyberthreat.id - Indonesia dinilai sebagai negara yang unik bagi ekosistem startup. Selain unik, Indonesia juga merupakan negara yang sangat potensial untuk perkembangan startup.
Saking unik dan potensial, Indonesia memiliki empat startup yang kemudian menjadi unicorn dalam satu negara. Dan fenomena tersebut hanya terjadi di Indonesia.
Pengamat startup juga pendiri Kinesys Group Yansen Kamto mengatakan, Indonesia merupakan negara yang berhasil menelurkan empat unicorn dalam satu negara. Keberhasilan ini dinilai unik, dan sangat potensial.
“Startup yang menang di Indonesia, dan berhasil di Indonesia, itu berarti dia menguasai wilayah South East Asia,” kata Yansen melalui pesan singkat, Senin, (29 Juli 2019).
Menurut Yansen, keberhasilan Indonesia tersebut, kemudian membuat mata para investor tertuju ke Indonesia. Sehingga, tidak heran, banyak pemodal asing yang mengucurkan dana segar ke Indonesia. Sebut saja, investor SoftBank.
Dia kemudian membandingkan dengan salah satu startup yang ada di India, yang baru berhasil menjadi unicorn setelah memasuki sekitar 30 negara.
“Ada salah satu startup di India, untuk menjadi unicorn, dia harus masuk di 30 negera dulu. Beda dengan Indonesia. Itu artinya, Indonesia adalah pasar yang sangat unik dan potensial,” ujar Yansen.
Selain unik, dia menilai Indonesia juga memiliki talenta-talenta yang tidak bisa dianggap remeh. Indonesia dinilai memiliki talenta yang tidak kalah dibandingkan dengan negara lain. Karena, talenta yang mumpuni tersebut, unicorn Indonesia telah menjadi perusahaan kelas dunia.
“Kita tidak ketinggalan dibandingkan dengan negara lain. Sebut saja, Gojek, Traveloka, Tokopedia, Bukalapak, itu merupakan perusahaan kelas dunia. Jadi, dari sisi talenta, kita tidak kalah dibandingkan dengan yang lain,” tegas Yansen.
Menarik Minat Investor
Namun, Yansen juga mengingatkan, supaya para talenta Indonesia yang menelurkan startup, harus mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat. Tidak sekedar gagah-gagahan dalam menciptakan startup.
“Startup harus mampu menciptakan solusi dari sebuah masaalah. Ketika mampu memecahkan persoalan, maka dia akan memiliki banyak user. Ketika user-nya banyak, otomatis akan dilirik oleh investor. Itu akan menjadi daya tarik investor,” jelas Yansen.
Yansen juga mengingatkan, supaya dalam memilih investor, startup juga harus bisa melihat kualitas investor yang bisa memberikan nilai tambah (value added). Tidak hanya menghasilkan uang, tetapi mempunyai visi yang jauh ke depan.
Artinya, lanjut Yansen, investor tersebut harus bisa membuka akses pasar untuk koneksi dengan yang lain. Selain itu, investor juga harus bisa menjadi mentor, dan memperkenalkan startup tersebut ke mentor-mentor yang lain.
“Startup dalam mencari investor, jangan hanya uang yang dicari. Tetapi harus cari investor yang dapat memberikan value added,” tegas Yansen.
Share: