
Ilustrasi
Ilustrasi
Jakarta, Cyberthreat.id - PT Pindad Persero melanjutkan kerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menuju kemandirian teknologi cyber nasional dan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) Cyber.
PMO Pindad Advance System/Cyber, Budi Tjandra Negara, mengatakan salah satu bentuk kolaborasi kedua belah pihak adalah dengan membentuk Blue Team yang fokus di riset dan pengembangan (R&D).
Kolaborasi ini, kata dia, sesuai dengan UU no 16 tahun 2012 tentang Industri Pertahanan yang menyatakan sesuai tugas dan fungsinya BUMN Pertahanan menyediakan keperluan pertahanan negara.
"Kami akan mengembangkan berbagai macam seperti threat intelligence, vulnerabilities information dan sebagainya. Kemudian kami juga bangun Big Data untuk threat intelligence dan vulnerabilities, riset Malware, bug, alutsista cyber dan lain lain," kata Budi Tjandra kepada Cyberthreat.id, Minggu (28 Juli 2019).
Pada Rabu (24 Juli 2019) PT Pindad melakukan audiensi ke BSSN yang berakhir dengan kolaborasi lebih lanjut bersama Blue Team. Audiensi dihadiri Wakil Kepala BSSN Irjen Pol. Dharma Pongrekun dan Direktur Bisnis Pertahanan dan Keamanan PT. Pindad, Heru Puryanto.
Sebelumnya Pindad sudah pernah menyediakan perangkat aplikasi yang digunakan BSSN berupa alat-alat untuk mengagregasi data-data threat Intelligence dari seluruh vendor yang ada di dunia. Hasil dari agregasi kemudian dianalisis dalam bentuk report.
"Kemarin itu kami paparan di sana dan mendapat tanggapan positif dari BSSN. Mudah-mudahan ke depan kerja sama dan kolaborasi ini membangun kemandirian teknologi cyber nasional."
Pindad baru memiliki Divisi Cyber tiga tahun terakhir namun pada tahun 2017 memberikan support kepada Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) yang kini bertransformasi menjadi BSSN. Ketika itu Pindad menyediakan aplikasi threat intelligence bagi Lemsaneg.
"Sejauh ini yang kami offer (tawarkan) kepada BSSN diterima dengan baik oleh Pak Wakil Kepala Irjen Pol Dharma Pongrekun."
Share: