
Direktur Jenderal PEN Kemendag, Arlinda, menyampaikan materi pada lokakarya intelijen pasar di Den Haag
Direktur Jenderal PEN Kemendag, Arlinda, menyampaikan materi pada lokakarya intelijen pasar di Den Haag
Den Haag, Cyberthreat.id - Kegiatan memata-matai pasar (marketing intelligence) merupakan salah satu upaya pengembangan pasar untuk produk barang dan jasa Indonesia, sekaligus dasar untuk menjalankan strategi memenangkan persaingan perdagangan internasional.
Itulah pesan Kementerian Perdagangan saat menggelar lokakarya intelijen pasar di Den Haag, Belanda 22─24 Juli 2019.
"Riset pasar yang berkualitas berperan penting pada peningkatan kinerja ekspor," kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag, Arlinda dalam keterangan pers yang diterima Cyberthreat.id, Jumat (26 Juli 2019).
Lokakarya diikuti 24 perwakilan perdagangan yaitu Atase Perdagangan, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) serta beberapa fungsi ekonomi Perwakilan RI di seluruh dunia.
Acara ini merupakan lanjutan kerjasama Kemendag dengan The Center for the Promotion of Imports from Developing Countries (CBI) Belanda. Sebelumnya kerja sama kedua pihak telah membantu para pelaku usaha produk bahan makanan yang mengekspor ke pasar Eropa.
"Indonesia menawarkan berbagai macam produk dan memiliki potensi untuk bersaing dengan produk kalangan kelas atas (high end)," ujarnya.
Di era digital, internet adalah metode utama melakukan penelitian pasar dan pengumpulan informasi serta intelejen pasar. Kegiatannya mencakup berbagai survei dan basis seperti web, pelacakan web, pop-up dan menggunakan data-data media sosial.
Survei online jauh lebih canggih ketimbang survei gaya lama menggunakan kertas atau melalui telepon. Ada berbagai metode yang bisa digunakan, tapi secara sederhana konten untuk melakukan survei atau intelejen pasar tersedia di internet dan bisa dipelajari.
Belanda menempati peringkat pertama di Uni Eropa sebagai pasar terbesar untuk ekspor produk dekorasi rumah Indonesia. Total ekspor produk dekorasi rumah dari Indonesia ke Belanda pada 2018 sebesar USD 109 juta.
Pada periode 2014 - 2018, jumlah ekspor produk tersebut menunjukkan tren yang meningkat sebesar 3,38 persen.
"Dengan adanya kemajuan teknologi informasi, maka info tentang barang-barang Indonesia mudah diketahui oleh pasar di luar negeri. Sehingga, intelijen pasar sangat berguna mencari peluang pasar."
Share: