IND | ENG
Patroli Siber Kontra Konten Radikal Perlu Ditingkatkan

Ilustrasi

Patroli Siber Kontra Konten Radikal Perlu Ditingkatkan
Arif Rahman Diposting : Jumat, 26 Juli 2019 - 21:58 WIB

Jakarta, Cyberthreat.id - Ketua DPR Bambang Soesatyo mengingatkan pentingnya patroli siber yang intensif untuk mendeteksi kegiatan kelompok teroris di media sosial atau ruang cyber yang berkaitan dengan radikalisme maupun terorisme.

Internet menjadi salah satu media perekrutan dan perencanaan kelompok teroris. Fakta ini sudah terbukti lewat beberapa kasus terorisme di Tanah Air dimana para anggotanya terpapar radikalisme akibat mendapat doktrin melalui internet.

"Take down konten/akun yang berkaitan dengan radikalisme maupun terorisme lebih dini sebagai langkah pencegahan," kata Bambang Soesatyo di Jakarta, Jumat (26 Juli 2019).

Patroli siber, kata dia, dilakukan dengan cara koordinasi dan kolaborasi berbagai lembaga. Kepolisian RI bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melalui Tim Cyber Drone 9 (CD9) bersinergi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) aktif meningkatkan kewaspadaan terhadap paham-paham radikalisme yang muncul di lingkungan masyarakat.

Masyarakat, kata Bamsoet, harus dibikin kritis dalam menerima informasi. Terutama informasi yang berkaitan dengan paham radikal ataupun intoleransi antar umat beragama, serta berperan aktif memerangi pergerakan radikalisme dan terorisme di Indonesia

"Pemerintah dan tokoh masyarakat harus aktif memberikan sosialisasi mengenai akibat yang ditimbulkan oleh paham radikalisme maupun gerakan terorisme terhadap dirinya pribadi maupun negara."

Tak ketinggalan peran Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KemenkumHAM) melalui Direktorat Jenderal Imigrasi untuk meningkatkan pengawasan terhadap seluruh WNI yang akan meninggalkan tanah air.

Menurut Bamsoet, pihak terkait harus memantau WNI yang akan menuju negara konflik dengan memastikan tujuan keberangkatan para WNI tersebut. 

"Agar WNI yang pergi ke negara konflik tidak untuk menjadi bagian dari kelompok teroris."

#terorisme   #kontenradikal   #bssn   #cyberpolri   #dpr   #bnpt   #kemenkumham

Share:




BACA JUGA
BSSN-Huawei Techday 2024
Keamanan Siber Membutuhkan People, Process, dan Technology.
Malware Manfaatkan Plugin WordPress Popup Builder untuk Menginfeksi 3.900+ Situs
BSSN dan Bank Riau Kepri Syariah Teken Kerja Sama Perlindungan ITE
BSSN Selenggarakan Workshop Tanggap Insiden Siber Sektor Keuangan, Perdagangan dan Pariwisata
Politeknik Siber dan Sandi Negara Gandeng KOICA Selenggarakan Program Cyber Security Vocational Center