IND | ENG
Belanja Online Fashion Marak, Berdampak ke HBDI

Belanja Online Fashion Marak, Berdampak ke HBDI
Arif Rahman Diposting : Jumat, 26 Juli 2019 - 04:12 WIB

Jakarta, Cyberthreat.id - Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mengatakan industri fashion paling terdampak dengan maraknya gaya hidup belanja online.

Itu sebabnya penjualan offline fashion di Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI) menurun. Menurun secara offline bukan berarti toko fashion anggota Hippindo kehilangan pendapatan. Pemilik toko dan anggotanya justru berlomba bikin toko online.

"Fashion turun karena customer beli lewat medsos atau marketplace. Gaya hidup mereka berubah," kata Budihardjo di Jakarta, Kamis (25 Juli 2019).

Menghadapi HBDI 2019 pada 16-31 Agustus mendatang, Budihardjo mengatakan tidak cemas terhadap penjualan fashion karena itu hanya mencerminkan perubahan pola transaksi. 

Sementara di luar bisnis fashion nilai penjualan HBDI terus meningkat seperti bisnis restoran, hiburan, pusat permainan hingga makanan dan minuman. Buktinya, HBDI 2018 mencatat peningkatan transaksi 20 persen mencapai Rp 24 triliun.

"Kita melihat spirit shopping-nya. Karena HBDI ini konsepnya belanja, jalan-jalan mengajak keluarga dan teman. Turis pun juga menjadi incaran mengunjungi pusat perbelanjaan, pusat hiburan, bersantai di restoran dan banyak lainnya."

Kolaborasi Offline-Online

HBDI 2019 akan mempromosikan diskon 74 persen yang bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI yang ke-74 tahun. Untuk tahun ini sejumlah pemain besar sistem transaksi elektronik sudah masuk ke toko-toko yang menjadi anggota HBDI.

Budihardjo mengatakan panitia HBDI 2019 juga tengah mengupayakan kolaborasi belanja offline dan online. Walaupun HBDI 2019 diutamakan untuk shopping, namun anggota/perusahaan yang memiliki toko online juga akan mendapatkan keuntungan.

"Kami sedang mengusahakan dengan pemain online berkolaborasi. Misalnya sama-sama memberikan diskon 74 persen," kata dia.

Kolaborasi offline dan online ini sudah diadopsi di luar negeri. Menurut dia, mayoritas toko maupun anggota Hippindo telah mempraktekkan belanja offline dan online. 

"Jadi toko-toko itu sudah punya offline dan punya juga online."

#hbdi2019   #online   #retail   #hippindo   #apindo   #ecommerce

Share:




BACA JUGA
Hingga Akhir Tahun 2023, Kominfo Tangani 12.547 Isu Hoaks
Putus Akses Lebih dari 800 Ribu Konten, Gerak Cepat Menteri Budi Arie Berantas Judi Online
Menkominfo Kecam Peretasan Laman kompas.id
Antisipasi Deep Fake, Wamen Nezar Patria: Kominfo Lindungi Kelompok RentanĀ 
Tekan Kasus Penipuan Online, Kominfo Buka AduanNomor.id