IND | ENG
Dibatasi Pasokan Chip oleh AS, China Melawan. Giliran Produsen AS Dicek Keamanan Sibernya

Ilustrasi chip. Foto: networktigers.com

Dibatasi Pasokan Chip oleh AS, China Melawan. Giliran Produsen AS Dicek Keamanan Sibernya
Andi Nugroho Diposting : Senin, 03 April 2023 - 13:53 WIB

Cyberthreat.id –  Di tengah tekanan Amerika Serikat, regulator dunia maya China berencana meninjau keamanan siber terhadap produk-produk Micron Technology, produsen chip AS, yang dijual di negaranya.

Regulator mengatakan rencana itu pada Jumat (31 Maret 2023), dikutip dari Reuters, tapi tidak menjelaskan produk Micron mana saja yang akan diperiksa.

Menurut pernyataan Cyberspace Administration of China (CAC), pemeriksaan itu guna melindungi keamanan rantai pasokan pada infrastruktur informasi penting, mencegah risiko tersembunyi, dan menjaga keamanan nasional.

Micron, sebagai salah satu produsen chip memori terbesar di duina, mengaku sudah mengetahui kabar tersebut dan sedang berkomunikasi dengan CAC terkait rencana pemeriksaan produknya.

Perusahaan mengatakan selalu mendukung keamanan produk dan melindungi pelanggan.

Micron memiliki kantor di Shanghai dan Shenzhen, serta fasilitas pengemasan chip di kota Xian. Pada awal 2022, perusahaan mengumumkan akan menutup operasi desain DRAM di Shanghai.

Sejak Januari lalu, AS mengajak para sekutunya, seperti Jepang dan Belanda untuk membatasi pasokan semikonduktor ke China.

Per Juli nanti, Jepang meski tak menyebutkan negara tertentu, akan memberlakukan pembatasan 23 jenis peralatan manufaktur semikonduktor menyesuaikan "perintah" AS guna menekan industri chip China. Setiap produsen chip harus memperoleh izin ekspor terlebih dulu.

Belanda yang dikenal sebagai pemasok peralatan litografi canggih untuk pembuatan chip juga diminta serupa untuk menahan ekspor ke China. Taiwan, sebagai rumah bagi produsesn chip terkemuka TSMC, sedang dilobi AS—tekanan muncul melalui aturan subsidi yang diberikan AS kepada produsen chip yang berbisnis di AS. Selama ini para produsen semikonduktor diberi subsidi untuk setiap investasi bisnisnya sesuai dengan UU Chip. (Baca: 'Hegemoni Teknologi ' AS: Produsen Chip Asia Ditekan Syarat Subsidi Semikonduktor)

AS menggunakan hegemoni teknologi untuk membatasi pengembangan chip di China. Alasannya, mereka khawatir teknologi tersebut dapat digunakan untuk memproduksi chip untuk aplikasi, seperti kecerdasan buatan yang bisa dipakai oleh militer China. AS sendiri juga sudah memasukkan sejumlah perusahaan chip terbesar China dalam daftar hitam, seperti Yangtze Memori Technologies.[]

#chip   #AS   #china   #jepang   #belanda   #semikonduktor   #microntechnology

Share:




BACA JUGA
Demokratisasi AI dan Privasi
Seni Menjaga Identitas Non-Manusia
Luncurkan Markas Aceh, Wamen Nezar Dorong Lahirnya Start Up Digital Baru
Ekonomi Digital Ciptakan 3,7 Juta Pekerjaan Tambahan pada 2025
Pemerintah Dorong Industri Pusat Data Indonesia Go Global