IND | ENG
Beberapa Jam Usai Dirilis, Chatbot AI China Eror. Sempat Dielu-elukan Pesaing ChatGPT

Ilustrasi. Foto: myscience.org

Beberapa Jam Usai Dirilis, Chatbot AI China Eror. Sempat Dielu-elukan Pesaing ChatGPT
Andi Nugroho Diposting : Rabu, 22 Februari 2023 - 12:09 WIB

Cyberthreat.id – Tim pengembang perangkat lunak dari Universitas Fudan China pada Selasa (21 Februari 2023) meminta maaf lantaran platform chatbot ala ChatGPT mengalami gangguan beberapa jam usai diluncurkan ke publik.

Gangguan tersebut lantaran trafik ke platform melonjak secara tiba-tiba, tulis Reuters. Pada Senin (20 Februari), tim mengumumkan platform MOSS tersebut dan langsung disambut warganet China. Di Weibo, semacam Twitter di China, platform tersebut menjadi perbincangan populer.

Bahkan, media massa milik negara tersebut menggambarkan MOSS sebagai platform pertama China yang bersaing dengan ChatGPT milik OpenAI asal Amerika Serikat.

Moss, memiliki kesamaan nama dengan komputer kuantum supercerdas di film Wandering Earth 2, tak bisa diakses karena lonjakan itu dan dihentikan untuk publik pada Selasa.

Tim meminta maaf atas kejadian tersebut dan mengakui bahwa model bahasa yang dikembangkan untuk Moss masih belum matang. "Jalannya masih panjang sebelu menyamai ChatGPT," kata pengembang Moss dalam sebuah pernyataan di situwebnya.

"Laboratorium akademik seperti kami tentu tidak dapat menghasilkan model yang kemampuannya mendekati ChatGPT."

Mereka menyadari bahwa sumber daya komputasi yang dimiliki sangat jauh dari yang memadai untu mendukung trafik besar dari pengguna. "Sebagai kelompok akademis, kami tidak memiliki pengalama teknis yang memadai, malam menciptakan pengalaman yang buruk di kesan pertama setiap orang. Dengan ini kami meminta maaf dengan tulus kepada semua orang," demikian pernyataan mereka.

Sejak ChatGPT menjadi populer awal tahun ini, perlombaan untuk mengembangkan kecerdasan buatan generatif di China tumbuh pesat. Sejumlah perusahaan internet, seperti JD.com, Alibaba, dan Baidu telah mengembangkan perangkat lunak model serupa.

Sebelum MOSS mengalami gangguan, testimoni sebagian pengguna tentang perangkat lunak itu adalah bahwa platform lebih pintar merespons dalam bahasa Inggris ketimbang bahasa China.[]

#chatbot   #chatgpt   #china   #universitasfudanchina   #moss   #baidu

Share:




BACA JUGA
Peretas China Beroperasi Tanpa Terdeteksi di Infrastruktur Kritis AS selama Setengah Dekade
Indonesia Tingkatkan Kolaborasi Pemanfaatan AI dengan China
Konni Gunakan Dokumen Microsoft Word Berbahasa Rusia untuk Kirim Malware
Indonesia - Tiongkok Perkuat Kerja Sama Sektor Digital
Hacker China Luncurkan Serangan Spionase Terselubung terhadap 24 Organisasi Kamboja