
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Cyberthreat.id – Platform ChatGPT begitu populer dalam beberapa bulan terakhir. Chatbot pintar buatan OpenAI bekerja sama dengan Microsoft ini juga sedang ditiru oleh China. Alibaba Group, raksasa internet negeri Tirai Bambu, juga menuturkan sedang mengembangkan platform kecerdasan buatan ala ChatGPT.
Pada Rabu (8 Februari 2023), perusahaan mengatakan platform itu sedang diuji secara internal. Pernyataan publik itu muncul setelah suratkabar 21st Century Herald melaporkan bahwa Alibaba sedang mengembangkan robot dialog mirip ChatGP.
Menurut Reuters, Alibaba telah lama berfokus pada "model bahasa besar" dan AI generatif selama beberapa tahun. "Model bahasa besar" adalah sistem pemrosesan bahasa alami yang dilatih pada volume teks yang begitu banyak dan dirancang untuk mampu menjawab dan memahami pertanyaan serta menghasilkan teks baru.
Pesaingnya di sektor e-commerce, JD.com mengatakan juga sedang mencari teknologi yang mirip dengan ChatGPT untuk diterapkan pada produknya, seperti layanan e-commerce.
Selain itu, NetEase, perusahaan game China, juga dikabarkan sedang menggarap teknologi "model bahasa besar" untuk melayani bisnis pendidikan.
Sebelumnya, Baidu juga menyatakan telah melakukan hal serupa untuk mesin pencarinya. Pada Selasa kemarin, perusahaan menegaskan akan menyelesaikan pengujian internal untuk teknologi yang dinamai "Ernie Bot" pada Maret mendatang.
Baidu yang berbasis di Beijing boleh jadi disebut sebagai penggerak pertama di China pada tren teknologi. Pada akhir 2021, ketika metaverse menjadi kata kunci baru, perusahaan meluncurkan "XiRang" yang disebut-sebut sebagai platform metaverse pertama di China. Namun platform tersebut disorot secara luas karena tidak menawarkan pengalaman imersif tingkat tinggi dan Baidu mengatakan itu sedang dalam proses.
Tak hanya itu, Baidu juga banyak berinvestasi dalam teknologi AI, termasuk dalam layanan cloud, chip, dan mobil otomatis karena ingin mendiversifikasi sumber pendapatannya.
ChatGPT yang dirilis akhir 2022 mendapatkan respons begitu besar karena "kepintarannya". Chatbot ini mampu menghasilkan artikel, esai, lelucon, bahkan puisi. Bahkan, Cyberthreat.id telah mencoba meminta robot tersebut untuk membuat "khotbah Jumat" pendek—ternyata, robot itu cukup mampu menyusun kata-kata terkait Islam.[]
Share: