IND | ENG
BSSN Buka Kompetisi Hacking Cyber Jawara 2019

Foto: jawara.idsirtii.or.id

BSSN Buka Kompetisi Hacking Cyber Jawara 2019
Oktarina Paramitha Sandy Diposting : Minggu, 21 Juli 2019 - 19:01 WIB

Jakarta, Cyberthreat.id – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) kembali mengadakan Cyber Jawara 2019, sebuah kompetisi keamanan siber nasional denga metode online (penyisihan) dan offline (babak final).

Kepala Pusat Operasi Keamanan Siber Nasional, Hasto Prastowo, mengatakan, Cyber Jawara sebelumnya program tahunan dari ID-SIRTII (Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure) sejak 2016. Namun, sejak 2018 setelah ID-SIRTII bergabung dengan BSSN, program itu resmi dikelola BSSN.

“Untuk materi tiap tahun meningkat sesuai dengan perkembangan ancaman siber di Indonesia,” ujar Hasto saat dihubungi oleh Cyberthreat.id, Minggu (21 Juli 2019).

Menurut Hasto, kompetisi yang dilakukan yaitu berupa computer network defence, penetratiom test, capture the flag, dan forensic analysis.

Computer network defence merupakan kemampuan untuk mempertahankan dan melindungin informasi, sistem jaringan komputer dari gangguan dan perusakan, serta memantau setiap serangan.

Penetration testing berupa kemampuan untuk menemukan kerentanan dari sebuah sistem dan jaringan komputer.

Sedangkan, capture the flag yaitu para peserta bebas melakukan explorasi maupun exploitasi terhadap suatu jaringan yang sudah disediakan oleh panitia dengan tujuan yang ditentukan sebelumnya. Semua peserta diharuskan untuk mencari dan mengeksploitasi celah-celah keamanan jaringan sehingga peserta mampu untuk menembus target yang di sediakan oleh panitia dan biasanya target merupakan server.

Dan, terakhir, forensic analysis berupa kemampuan untuk menganalisis dan menemukan bukti serangan dengan cepat.

Kompetisi akan diikuti oleh tim yang beranggotakan tiga orang dengan usia maksimal 30 tahun pada 2019.

Pendaftaran Cyber Jawara ini dimulai sejak 18 Juli 2019 melalui https://jawara.idsirtii.or.id/ dan berakhir pada 31 Agustus 2019 pada pukul 23.59 WIB. Babak penyisihan online dilaksanakan pada 7 september 2019. Tim yang lolos melaju ke babak final di Bali, pada 15 Oktober 2019.

Menurut Hasto, tujuan Cyber Jawara untuk meningkatkan kesadaran terhadap peningkatan pendidikan dan etika dalam keamanan informasi melalui serangkaian kompetisi dunia maya yang mencakup forensik, peretasan etis, dan pertahanan yang sesui dengan etichal hacker.

Para pemenang akan mendapat uang tunai dan mewakili Indonesia di kompetisi hacking  di tingkat ASEAN dan dunia.

“Juaranya akan mewakili Indonesia untuk tingkat Asia di Tokyo dan selanjutnya kalau mereka menang , akan mewakili tingkat internasional di Las vegas” Terangnya.

Tahun 2018, pemenang Cyber Jawara adalah tim JAV yang beranggotakan mahasiswa Institut Teknologi Bandung, antara lain Jason Jeremy Iman, Aufar Gilbran, dan Muhamad Visat Sutarno.

Mereka sejak awal ronde sudah agresif menyerang pertahanan 17 server yang dikawal tim lain. JAV berhasil mengumpulkan poin terbanyak 7.351, bahkan mampu menyerang dengan sukses beberapa server rivalnya sebanyak 2.266 kali. Tim yang menang pun mendapatkan hadiah uang tunai sebesar 25 juta dan mewakili Indonesia di ajang hacker tingkat ASEAN di Tokyo.

Redaktur: Andi Nugroho

#cyberjawara2019   #bssn   #hastoprastowo   #idsirtii

Share:




BACA JUGA
BSSN-Huawei Techday 2024
Keamanan Siber Membutuhkan People, Process, dan Technology.
BSSN dan Bank Riau Kepri Syariah Teken Kerja Sama Perlindungan ITE
BSSN Selenggarakan Workshop Tanggap Insiden Siber Sektor Keuangan, Perdagangan dan Pariwisata
Politeknik Siber dan Sandi Negara Gandeng KOICA Selenggarakan Program Cyber Security Vocational Center
Perkuat Keamanan Siber Sektor Industri, BSSN dan PT INKA Launching CSIRT