Vice Media. Foto: vice.com
Vice Media. Foto: vice.com
Cyberthreat.id – Vice Media, perusahaan media Amerika Serikat, mengalami serangan siber yang menyebabkan kebocoran data keuangan dan informasi sensitif milik lebih dari 1.700 orang.
Dalam laporan kepada Jaksa Agung Maine pada 26 dan 31 Januari lalu 2023 disebutkan bahwa insiden siber itu telah diperingatkan pada Maret 2022. Investigasi internal menemukan peretas berhasil menjebol akun email Vice. Upaya penyelidikan terus berlangsung hingga 25 Januari lalu untuk mendapati para korban.
Sayangnya Vice Media belum menanggapi ketika dikonfirmasi mengapa butuh waktu hampur 12 bulan untuk menyelesaikan proses penyelidikan tersebut, tulis The Record, diakses Jumat (3 Februari).
Dalam laporan 26 Januari, Vice Media mengatakan, pelanggaran data berupa nomor Jaminan Sosial mempengaruhi 1.724 orang. Sementara itu, dalam pelaporan kedua, perusahaan menjelaskan pelanggaran itu mengakibatkan kebocoran nomor rekening keuangan, nomor kartu kredit dan debit serta kode keamanan, kode akses, kata sandi, serta PIN.
Dua pelaporan tersebut tidak menjelaskan tentang detail insiden siber apakah kejadian yang sama atau berbeda. Hanya saja, pada pelaporan 26 Januari disebutkan pelanggaran data ditemukan pada 4 April, sedangkan pelaporan kedua menyebutkan pelanggaran data ditemukan pada 19 Desember.
Sejak beberapa tahun terakhir, sejumlah perusahaan media menjadi sasaran serangan siber, mulai Radio Free Asia, Guardian, New York Post, The Wall Street Journal, Fast Company, Nikkei, Impresa Portugal, M6 Prancis, Cox Media Group, Entercom, dan The Weather Channel.
Di Indonesia, pertengahan Januari lalu Media Indonesia dan Tribunnews juga menjadi korban serangan siber berupa defacer.[]
Share: