IND | ENG
Hilang 126 Ribu Pelanggan AS, Netflix Genjot Program Baru

CEO Netflix Reed Hastings | Foto: re:publica/Gregor Fischer

Hilang 126 Ribu Pelanggan AS, Netflix Genjot Program Baru
Andi Nugroho Diposting : Minggu, 21 Juli 2019 - 15:20 WIB

Scots Valley, Cyberthreat.id – Untuk pertama kalinya sejak 2011, Netflix kehilangan pelanggan Amerika Serikat.

Layanan video streaming tersebut, pada Rabu (17 Juli 2019), mengatakan, telah kehilangan sebanyak 126.000 pelanggan di Amerika Serikat pada kuartal II/2019. Terakhir kali, Netflix kehilangan pelanggan AS pada kuartal III/2011 ketika memisahkan layanan DVD-by-mail dan streaming.

Sepanjang kuartal II/2019 pertumbuhan pelanggan berbayar terbilang sedikit jika melihat periode sama tahun lalu yang mencapai 5,5 juta. Cek detail laporan di sini (PDF)

Padahal, pada kuartal III perusahaan menargetkan pertumbuhan pelanggan berbayar mencapai tujuh juta atau meningkat dari pencapaian tahun lalu periode sama sebesar 6,1 juta.

Mashable menuliskan, persaingan antar layanan video streaming diduga menjadi ancaman nyata bagi Netflix. Ambil contoh dengan keluarnya Disney+ yang baru saja mengeluarkan paket murah US$6,99 dolar per bulan. Belum lagi banyak layanan lain yang juga ditawarkan oleh Apple TV, HBO, WarnerMedia, NBCU, Hulu, Amazon, BBC, Hotstar, YouTube, dan lain-lain.

“Persaingan untuk memenangkan waktu hiburan konsumen memang sangat keras untuk semua perusahaan,” ujar CEO Netflix Reed Hastings.

Namun, Hastings mengatakna, Netflix masih memiliki keunggulan, seperti halnya HBO, yaitu bebas iklan. “Ciri khas ini tetap menjadi bagian dari merek kami. Jika Anda menyangka kami akan mulai menjual iklan, yakinlah bahwa itu tidak ada,” kata dia.

“Kami yakin kami akan memiliki bisnis yang lebih bernilai dalam jangka panjang dengan tetap bersaing untuk mendapatkan pendapatan iklan. Sebagai gantinya saat ini kami sepenuhnya fokus bersaing untuk kepuasan penonton” ujar Hastings.

Sejak Januari lalu ada perubahan harga yang dikeluarkan Netflix. Paket "Basic" naik satu dolar dari US$ 8 per bulan menjadi US$ 9 per bulan. Lalu, paket "Standard" dari US$ 11 menjadi US$ 13 dan paket "Premium" meningkat dari US$ 14 menjadi US$ 16.

Meski begitu, Hastings, mengatakan, tidak percaya faktor kompetisi harga menjadi pengaruh paling besar pelanggan meninggalkan Netflix. Sebab, selama kuartal II/2019 tidak ada perubahan material dari kompetitor yang membuat pelanggan pindah. Namun, ia tak menutup mata ada perubahan sedikit pelanggan di kawasan dengan kenaikan harga.

Namun, ia berharap pada paruh kedua tahun ini, pelanggan bisa naik lagi dengan adanya program baru Stranger Things episode ketiga.

"Pada kuartal ketiga dimulai dengan Stranger Things sesi 3, dan dua pekan pertama kuartal ketiga ini akan kuat," kata Hastings dengan yakin.

Selain itu, ada pula musim baru La Casa de Papel (Money Heist), The Crown, dan akhir episode Orange is the New Black dan The Irishman dari sutradara besar Martin Scorsese, serta film laga 6 Underground karya Michael Bay yang dibintangi Ryan Reynolds.

"Semua konten asli yang baru dan akan datang ini akan membantu Netflix terus tumbuh, " kata dia seperti dikutip dari Mashable, yang diakses Minggu (21 Juli 2019).

Hastings mengharapkan Netflix bisa menarik 7 juta pelanggan baru pada kuartal berikutnya atau naik dari selama periode 2018. Mayoritas pertumbuhan pelanggan itu diprediksi datang dari luar AS, sedangkan di AS bisa bertambah sekitar 800 ribu pelanggan.

Hastings optimis layanan streaming masih memiliki "kaki panjang" karena berinvestasi lebih banyak lagi dalam video asli eksklusif.

Namun, pada titik tertentu, semua target dan harapan itu bergantung pula pada penonton. Ada perbedaan beberapa dolar saja dari pesaing Netflix tetap memberi pengaruh besar bagi pelanggan pindah ke saluran lain.

#netflix   #streamingvideo   #digitaleconomy   #reedhastings

Share:




BACA JUGA
Prancis Akan Larang Penggunaan Aplikasi TikTok dkk di Perangkat Pemerintah
Pengguna Netflix Sharing Account Akan Minta Pengguna Connect WiFi Rumah Sebulan Sekali
Netflix Rinci Kebijakan Berbagi Kata Sandi
Cara Mengatur Parenting Control di Netflix Untuk Anak-Anak
Cara Menghapus Akun Netflix Secara Permanen