
Keppel. Foto: theedgesingapore.com
Keppel. Foto: theedgesingapore.com
Cyberthreat.id – Keppel Telecommunication & Transportation Ltd (KTT) mengatakan peretas telah mengakses peladen (server) yang sebelumnya digunakan untuk menyimpan file-file perusahaan.
Namun, “Insiden ini tidak melibatkan atau memengaruhi sistem atau infrastruktur TI di KTT,” kata perusahaan dalam pernyataan persnya yang diakses di situswebnya, Jumat (30 Desember 2022).
Serangan itu diketahui perusahaan pada Oktober lalu, dikutip dari The Straits Times.
KTT adalah bagian dari konglomerasi Keppel Corporation Ltd asal Singapura. KTT dikenal sebagai penyedia layanan pusat data dan sistem kabel bawah laut di kawasan Asia Pasifik dan Eropa.
Bersama mitra kerjanya, KTT mengembangkan Bifrost Cable System, sistem kabel bawah laut pertama di dunia yang menghubungkan langsung Singapura ke pantai barat Amerika Utara melalui Laut Jawa dan Laut Sulawesi, tulis perusahaan di situswebnya.
KTT mengatakan, peladen yang diakses peretas tersebut berisi antara lain informasi pribadi tertentu perusahaan dan sebagian terkait dengan karyawan dan mantan karyawan.
Selain itu, berisi data mantan pemegang saham KTT sebelum terjadi penghapusan dari Bursa Saham Singapura.
“Data yang terpengaruh adalah data masa lalu, beberapa di antaranya mungkin sudah tidak berlaku lagi,” kata KTT tanpa menjelaskan detailnya.
Setelah mendeteksi insiden itu, perusahaan langsung melakukan penyelidikan bersama tim ahli keamanan siber, termasuk melaporkan ke penegak hukum.
“Insiden tersebut terbatas pada peladen dan tidak ada peretasan di sistem TI KTT mana pun. Data pada sistem TI KTT tetap aman,” kata perusahaan.
Setelah kejadian itu, perusahaan menghubungi sejumlah pihak terkait yang datanya mungkin telah disusupi dan terpengaruh oleh insiden.
“KTT telah menyiapkan saluran khusus untuk memberikan dukungan dan bantuan kepada setiap individu yang terkena dampak,” kata perusahaan yang juga meminta maaf atas kejadian tersebut.[]
Share: