The Guardian. Foto: pressgazette.co.uk
The Guardian. Foto: pressgazette.co.uk
Cyberthreat.id – Surat kabar terkemuka asal London, Inggris, The Guardian, mengalami serangan ransomware.
Perusahaan berusia 200 tahun yang telah lama beralih ke versi digital itu mengatakan pada Rabu (21 Desember 2022), bahwa telah terjadi insiden TI yang serius.
“Insiden itu dimulai pada Selasa malam dan mempengaruhi sebagian infrastruktur teknologi perusahaan. Para karyawan pun diminta bekerja dari rumah,” tulis The Guardian.
Serangan itu tak mempengaruhi penerbitan online. Berita tetap ditulis dan dipublikasi melalui situsweb dan aplikasi The Guardian.
“Kami yakini ini adalah serangan ransomware, tapi masih mempertimbangkan semua kemungkinan… tim teknologi kami telah bekerja untuk menangani semua aspek dari insiden ini,” kata Pemimpin Redaksi Katherine Viner dan CEO The Guardian Media Group Anna Bateson dalam sebuah pernyataan yang ditujukan kepada karyawan.
“Kami akan terus memberi tahu karyawan dan siapa pun yang terkena dampak,” mereka menambahkan.
Detail lebih lanjut tentang serangan itu masih kabur, dan tidak jelas bagaimana sistem The Guardian disusupi, apakah data dicuri atau apakah menerima permintaan uang tebusan.
Peretas ransomware biasanya mengeksploitasi, kemudian mengancam untuk mempublikasikan data pribadi korban kecuali permintaan uang tebusan dibayarkan, tulis TechCrunch.
Juga, tidak jelas siapa yang berada di balik serangan itu, dan insiden tersebut tampaknya belum diklaim oleh grup ransomware besar mana pun.
Perusahaan media massa beberapa kali menjadi target serangan siber. Pada September lalu, peretas melanggar sistem internal media AS, Fast Company. Usai masuk ke jaringan perusahaan, peretas mengirimkan pemberitahuan yang menyinggung pengguna Apple News.
New York Post juga mengkonfirmasi telah diretas pada Oktober. Namun, perusahaan kemudian mengklaim bahwa karyawan sendiri yang melakukan hal itu, tapi menolak memberitahu bukti kesalahan karyawan tersebut.[]
Share: