IND | ENG
Geng Ransomware Ragnar Locker Bocorkan Data Yang Dicuri Dari Kepolisian Belgia

illustrasi

Geng Ransomware Ragnar Locker Bocorkan Data Yang Dicuri Dari Kepolisian Belgia
Niken Razaq Diposting : Senin, 28 November 2022 - 12:01 WIB

 

Cyberthreat.id – Geng ransomware Ragnar Locker menerbitkan data yang dicuri dari Kepolisian Zwijndrecht, unit polisi lokal di Antwerpen, Belgia.

Dikutip dari Bleeping Computer, data yang bocor dilaporkan mengungkap ribuan pelat nomor mobil, denda, file laporan kejahatan, detail personel, laporan investigasi, dan banyak lagi. Jenis data ini berpotensi mengungkap orang yang melaporkan kejahatan atau pelecehan dan dapat membahayakan operasi dan investigasi penegakan hukum yang sedang berlangsung.

Outlet media Belgia menyebut kebocoran data ini sebagai salah satu yang terbesar dari jenis ini yang berdampak pada layanan publik di negara tersebut, mengungkap semua data yang disimpan oleh polisi Zwijndrecht dari tahun 2006 hingga September 2022.

Sementara itu, pihak Kepolisian Zwijndrecht menanggapi liputan media lokal melalui postingan di Facebook, mengecilkan dampak insiden tersebut dan mengatakan bahwa peretas hanya mengakses sebagian jaringan tempat polisi menyimpan data administratif.

Kepala polisi di Zwijndrecht, Marc Snels, mengatakan bahwa pelaku ancaman hanya dapat mengakses data di jaringan administrasi, oleh karena itu terutama memengaruhi personel. Kebocoran data disebabkan oleh kesalahan manusia, dan mereka sekarang menghubungi semua individu yang terpapar untuk memberi tahu mereka tentang insiden tersebut.

“Tapi memang terkadang ada informasi sensitif di jaringan itu, padahal kami selalu berusaha untuk menempatkannya hanya di jaringan profesional. Misalnya, denda, PV dan juga foto anak-anak korban pelecehan,” ujar Snels.

Meski insiden ini tidak berdampak pada jaringan kepolisian nasional di Belgia, pelanggaran terhadap jaringan lokal Zwijndrecht masih signifikan bagi ribuan orang.

Wartawan Belgia Kenneth Dée menyampaikan berita tentang serangan terhadap Het Laatste Nieuws, membagikan bahwa pelaku ancaman diduga menyerang titik akhir Citrix yang tidak terlindungi dengan baik untuk menembus jaringan polisi.

Investigasi Dée terhadap data mengungkapkan metadata pelanggan layanan telekomunikasi dan SMS dari orang-orang yang sedang diselidiki polisi secara rahasia. Selain itu, file yang bocor berisi rekaman dari kamera lalu lintas, yang mengungkap keberadaan individu pada tanggal dan waktu tertentu.

"Ini adalah kebocoran penegakan hukum terbesar dalam sejarah Belgia dan mungkin kebocoran paling berdampak yang pernah kami lihat di negara kami, ini harus menjadi peringatan bagi polisi setempat dan cara mereka menangani data warga, dan mudah-mudahan, ini akan menggerakkan perubahan di depan itu,” ujar Dée.

Hingga saat ini, lembaga perlindungan data negara belum mengumumkan penyelidikan atas kasus tersebut, namun kejaksaan membuka proses pidana yang berfokus pada insiden peretasan itu sendiri.

#KebocoranData   #SeranganRansomware   #RagnarLocker

Share:




BACA JUGA
Bawaslu Minta KPU Segera Klarifikasi Kebocoran Data, Kominfo Ingatkan Wajib Lapor 3x24 Jam
BSSN Serahkan Laporan Investigasi Awal Dugaan Kebocoran DPT Pemilu
BSSN Lakukan Forensik Digital Dugaan Kebocoran Data KPU
Data Pemilih Bocor di Situs KPU, Bareskrim Polri Tutup Akses Sidalih
Tanggapi Dugaan Kebocoran Data KPU, Kominfo Ingatkan Pengendali Data Wajib Cegah Akses Tidak Sah