
Ilustrasi Freepik
Ilustrasi Freepik
Cyberthreat.id – Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira memprediksi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) akan terus terjadi di berbagai perusahaan rintisan (startup) layanan digital.
Berbagai layanan digital seperti financial technology (fintech), education technology (edutech), health technology (healthtech) dinilai menjadi sektor-sektor yang rentan mengalami PHK.
“Gelombang PHK diperkirakan terus terjadi di berbagai perusahaan layanan digital lainnya. Mulai dari fintech, edutech, healthtech juga riskan,” kata Bhima dalam keterangan resmi pada Jumat (18/11).
Ia menjelaskan, pada 2023 kondisi ekonomi yang belum stabil sampai adanya potensi resesi global membuat persaingan pencarian dana dari investor semakin ketat.
Oleh karena itu, Bhima menyarankan founder maupun CEO perusahaan digital harus bersiap menghadapi tekanan yang lebih besar.
“Tahun 2023, kondisi ekonomi dengan adanya ancaman resesi global, membuat persaingan pencarian dana dari investor semakin ketat. Founder maupun CEO perusahaan digital harus bersiap menghadapi tekanan yang lebih besar,” ujarnya.
Pada Jumat (18/11) GoTo resmi melakukan PHK pada karyawan tetapnya. Sebanyak 1.300 orang atau sekitar 12% dari total karyawan tetap terdampak dari PHK ini.
Tantangan makro ekonomi global disebut berdampak signifikan bagi para pelaku usaha di seluruh dunia, termasuk GoTo perlu beradaptasi untuk memastikan kesiapan perusahaan menghadapi tantangan ke depan.
Karenanya, perusahaan harus mengakselerasi upaya untuk menjadi bisnis yang mandiri secara finansial dan tumbuh secara sustainable dalam jangka panjang. Hal ini dilakukan antara lain dengan memfokuskan diri pada layanan inti, yaitu on-demand, e-commerce dan financial technology.
Manajemen GoTo memastikan karyawan terdampak PHK akan mendapatkan kompensasi sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan di tiap negara GoTo beroperasi.
Karyawan terdampak akan memperoleh paket kompensasi sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan di tiap negara di mana GoTo beroperasi.
Selain mendapatkan kompensasi sesuai aturan yang ada, karyawan GoTo yang di-PHK juga akan mendapatkan sejumlah dukungan finansial antara lain berupa tambahan satu bulan gaji, serta kompensasi pengganti periode pemberitahuan (notice in-lieu). GoTo juga memberikan dukungan pencarian kerja serta layanan konseling.
Karyawan terdampak berhak memiliki laptop yang saat ini mereka gunakan, mengakses berbagai program pelatihan, serta dapat bergabung ke direktori alumni GoTo, di mana perusahaan dapat memberikan rekomendasi kepada berbagai perusahaan dalam jaringan rekanan bisnis Grup GoTo.
Selanjutnya, karyawan yang terdampak juga akan mendapatkan fasilitas konseling karir, keuangan, dan psikologi akan tersedia sampai akhir bulan Mei 2023.
Share: