IND | ENG
Operator Internet Diminta Awasi Ancaman Siber Selama KTT G20

KTT G20 Indonesia di Bali, 15-16 November 2022. Foto: g20-indonesia.id

Operator Internet Diminta Awasi Ancaman Siber Selama KTT G20
Andi Nugroho Diposting : Senin, 14 November 2022 - 08:01 WIB

Cyberthreat.id - Para operator internet (internet service provider/ISP) telah diminta untuk meningkatkan pengawasan lalu lintas internet selama penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali, 15-16 November 2022.

“APJII siap bekerja sama mengamankan penyelenggaraan acara termasuk konektivitas internet. Kami siapkan ahlinya,” ujar Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Muhammad Arif, akhir Oktober lalu.

Arif menjelaskan operator ISP akan berkolaborasi dengan pemerintah dan penegak hukum untuk memastikan ancaman keamanan siber tidak mengganggu acara.

“Kami juga berperan mendeteksi cyber threat secara real time untuk mencegah penyerangan keamanan siber,” katanya.

Arif mengapresiasi pemerintah yang memberi ruang APJII turut berperan dalam penyelenggaraan KTT G20 dari sisi infrastruktur telekomunikasi. APJII menjadi fasilitator dalam Forum Komunikasi Pengamanan Siber Penyelenggaraan KTT G20 sektor teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK).

Ia mengatakan, dukungan infrastruktur komunikasi dikerahkan dari Pengurus Wilayah APJII Bali dan 40 lebih provider di provinsi tersebut.

Jika ada fiber optik yang terputus, pihaknya sudah menyiapkan cadangan, sehingga diharapkan tidak ada waktu hilang konektivitas.

Terpisah, Badan Siber dan Sandi Negara mengatakan pengamanan siber akan berjalan sebelum, saat, dan sesudah penyelenggaraan acara.

BSSN mengatakan, telah melakukan audit sistem manajemen informasi, pengukuran tingkat keamanan  siber, dan memonitor anomali trafik dan potensi ancaman siber sebelum KTT dimulai.

Selanjutnya, “Pada saat acara kita akan melakukan monitoring anomali trafik, pemantauan informasi insiden, pengamanan sinyal dan kontra penginderaan, serta melakukan digital forensik,” jelas BSSN.

Terakhir, setelah acara juga diidentifikasi celah keamanan siber, potensi ancaman pengungkapan data hingga tetap melakukan digital forensik dan insiden respons.[]

#kttg20   #bali   #apjii   #serangansiber   #keamanansiber   #G20

Share:




BACA JUGA
Seni Menjaga Identitas Non-Manusia
Indonesia Dorong Terapkan Tata Kelola AI yang Adil dan Inklusif
SiCat: Inovasi Alat Keamanan Siber Open Source untuk Perlindungan Optimal
BSSN Selenggarakan Workshop Tanggap Insiden Siber Sektor Keuangan, Perdagangan dan Pariwisata
Survei APJII, Pengguna Internet Indonesia 2024 Mencapai 221,5 Juta Jiwa