
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Cyberthreat.id – Serangan perangkat lunak ransomware selama beberapa tahun terakhir menjadi momok bagi organisasi di dunia. Ini yang membuat pemerintah Singapura baru-baru ini membentuk satuan tugas khusus untuk melawan ransomware.
Satgas yang diberi nama CRTF itu akan memantau perkembangan terkait dengan ransomware. Sebagai ketua telah ditunjuk David Koh, kepala eksekutif Badan Keamanan Siber (CSA).
Menteri Senior Negara dan Menteri Keamanan Nasional, Teo Chee Hean, mengatakan, CRTF akan membuat rekomendasi-rekomendasi tentang kemungkinan kebijakan, rencana operasional, dan kemampuan penanggulangan ransomware di Singapura.
Penyusunan rekomendasi akan dilakukan Singapura usai pertemuan khusus tentang ransowmare selama dua hari (31 Oktober-1 November 2022) yang digelar secara virtual oleh Gedung Putih, Amerika Serikat. Singapura ikut dalam pertemuan bersama 37 negara dan 13 perusahaan keamanan. (Baca: AS Sebut Peretas Rusia di Balik Serangan Ransomware Sepanjang 2021)
“Ancaman ransomware harus ditangani sebagai tantangan lintas domain,” ujar Teo, dikutip dari ITNews diakses Rabu (2 November).
“Oleh karenanya, gugus tugas itu terdiri atas perwakilan senior pemerintah di bidang teknologi, keamanan siber, regulasi keuangan, dan penegakan hukum.”
Tak hanya itu, satgas juga bakal diisi oleh perwakilan CSA, Badan Teknologi Pemerintah, Otoritas Pengembangan Media Infokom, Kementerian Komunikasi dan Informasi, Kementerian Pertahanan, Kementerian Dalam Negeri, Otoritas Moneter Singapura, Militer Singapura, dan Kepolisian Singapura.
Menurut Teo, satgas tersebut nantinya menyampaikan laporan terkait strategi yang bisa diambil pemerintah dalam upaya kontra-ransomware. Karena peretas berafiliasi secara internasional, satgas juga akan menjalin dengan mitra luar negeri.
“Dengan begitu, satgas sedang mengoordinasikan keterlibatan Singapura dalam kerja sama keamanan siber, pengawasan keuangan, dan operasi aparat lintas negara,” ujarnya.[]
Share: