
Awas! Ini Bahaya Tersembunyi Dibalik Aplikasi FaceApp
Awas! Ini Bahaya Tersembunyi Dibalik Aplikasi FaceApp
Cyberthreat.id - Aplikasi FaceApp kini kembali viral yang dipakai oleh banyak pengguna smarphone yang terpancing dengan tantangan #AgeChallenge. Hal ini juga menjalar ke Indonesia.
FaceApp menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mengubah wajah pengguna. Ada pilihan wajah lebih muda, dan wajah tua. Namun, yang sekarang sedang heboh, orang ramai-ramai memilih wajah lebih tua, lalu mengunggahnya di sosial media.
Namun, tak banyak yang menyadari ada yang harus diwaspadai dari aplikasi FaceApp ini. Terutama soal privasi. Sebab, saat anda hendak memulai memakainya, FaceApp meminta akses ke seluruh foto anda yang tersimpan di smartphone. Tak hanya itu, FaceApp juga mengakses informasi lokasi, penggunaan data, hingga situs apa saja yang anda buka lewat browsing history.
The Washington Post dalam sebuah artikel yang dipublikasikan pada 17 Juli 2019 mengusik kesadaran warga Amerika lewat pertanyaan,”sebuah sebuah aplikasi menjadi viral, bagaimana anda memastikan bahwa itu hanya untuk lucu-lucuan atau melanggar privasi anda, katakanlah foto wajah Anda dikirim ke Pemerintah Rusia?”
Sekedar tahu saja, FaceApp adalah aplikasi besutan perusahan Rusia Wireless Lab yang diluncurkan pada 2017.
FaceApp sendiri pada bagian privacy policy mengklaim tidak akan menjual data yang diakses dari telepon selular anda ke pihak ketiga. Namun, ada informasi tertentu yang dibagikan pada mitra pengiklan dengan tujuan menghasilkan uang.
“Dengan menggunakan layanan ini, Anda setuju bahwa konten milik pengguna dapat digunakan untuk tujuan komersial. Anda selanjutnya mengakui bahwa penggunaan konten untuk tujuan komersial FaceApp tidak akan menciderai Anda atau orang yang Anda beri wewenang untuk bertindak atas namanya,” demikian penggalan salah satu poin pada bagian kebijakan Privasi FaceApp (Selengkapnya tentang kebijakan privasi FaceApp bisa diakses di sini: (Kebijakan Privasi FaceApp)
Mantan CEO perusahaan cloud Rackspace, Rob La Gesse, termasuk yang mewanti-wanti soal itu.
“Untuk membuat FaceApp bekerja, Anda harus memberi izin akses foto Anda, semuanya. Tapi aplikasi itu juga mendapat akses ke Siri dan Search. Kenapa? Bukan untuk sesuatu yang bagus, saya kira. Ia juga mendapat akses untuk refresh background., jadi bahkan ketika Anda tidak menggunakannya, aplikasi itu memanfaatkan Anda,” kata Rob La Gesse seperti dilansir Forbes.com, 17 Juli 2019.
Aspek lain yang disorot adalah soal di mana data yang disedot dari smartphone anda disimpan. Menurut kebijakan privasi FaceApp, infomrasi pengguna bisa disimpan dan diproses di Amerika Serikat atau negar alain di mana FaceApp berbisnis.
Saat ini, lebih dari 100 juta orang telah mengunggah aplikasi itu lewat Google Play. Itu belum termasuk dari App Store yang dipakai oleh pengguna iPhone. Saat ini, menurut App Annie, FaceApp menduduki rangking teratas aplikasi terbanyak di download di 121 negara.
Menanggapi kekhawatiran itu, CEO FaceApp Yaroslav Goncharov mengatakan, FaceApp memproses sebagian besar data di cloud terutama di Amazon Web Service dan Google Cloud.
“Kebanyakan foto dihapus dari server kami dalam waktu 48 jam sejak waktu upload,” ujarnya.
Yaroslav juga mengatakan tidak ada data pengguna yang dikirim ke Rusia.
“Kami juga tidak menjual atau membagikan data dengan pihak ketiga manapun,” kata Goncharov
Menghapus aplikasi FaceApp dari smartphone kamu jelas tak akan membuat foto-foto yang sudah diakses terhapus otomatis dari server FaceApp.
Namun, menurut Goncharov, pengguna bisa mengirim permohonan penghapusan data, namun memakan waktu.
“Untuk proses lebih cepat, kami merekomendasikan anda mengirim permohonan dari aplikasi FaceApp lewat menu ‘Setting > Support > Report a bug, dengan menuliskan “privasi” di bagian judulnya,” kata Goncharov seperti dilansir The Washington Post.
Sayangnya, tak banyak yang tahu mengenai cara ‘penghapusan cepat’ seperti disebut Goncharov itu. Faktanya, cara itu tak dimunculkan di bagian kebijakan privasi FaceApp. Mengapa?
“Kami sedang merencanakan membuat beberapa perubahan,” kata Goncharov lagi.
Masih mau pakai FaceApp? Keputusan di tangan kamu. Yang penting, kamu tahu risikonya.[]
Share: