IND | ENG
Rusia Bakal Setop Pakai Platform Pesan Asing, WhatsApp Paling Disorot

WhatsApp. | Foto: Unsplash

Rusia Bakal Setop Pakai Platform Pesan Asing, WhatsApp Paling Disorot
Andi Nugroho Diposting : Kamis, 20 Oktober 2022 - 11:04 WIB

Cyberthreat.id – Pemerintah Rusia dalam beberapa tahun terakhir terus memojokkan perusahaan-perusahaan internet Amerika Serikat yang beroperasi di negara tersebut.

Belum lama ini, Amazon.com dikenai denda karena telah melanggar undang-undang karena tidak menghapus konten terlarang terkait narkoba dan bunuh diri. (Baca:

Sejak perang Rusia-Ukraina, perusahaan TI Amerika Serikat dalam posisi mendukung Ukraina. Sebagian besar mereka menarik diri dari pasar Negeri Beruang tersebut sebagai bentuk penolakan perang.

Terbaru, pada 19 Oktober 2022, giliran platform pesan daring dan telekonferensi video milik asing yang dibidik.

Kementerian Perindustrian da Perdagangan Rusia merekomendasikan agar para direktur BUMN berhenti memakai “sistem pesan instan dan konferensi video asing untuk tujuan resmi”, demikian tulis Kommersant, suratkabar lokal, dikutip dari Interfax.

Laporan Kommersant tersebut mengutip dari surat kementerian tertanggal 13 Oktober lalu yang dikirimkan ke para direktur BUMN.

Menurut kementerian, keputusan rekomendasi tersebut “sebagai persyaratan untuk mematuhi ketentuan pemerintah dan memperkuat langkah-langkah keamanan informasi.”

Disebutkan bahwa yang termasuk dilarang sesuai kebijakan itu, seperti Zoom, Skype, dan WhatsApp. Para pegawai diminta berhenti memakai platform tersebut baik di ponsel cerdas maupun komputer.

“Perusahaan harus menggunakan layanan pengembang Rusia yang telah masuk dalam registri perangkat lunak lokal,” tulis Interfax.

Registri perangkat lunak Rusia sejauh ini terdiri dari 258 produk komunikasi, 74 di antaranya memiliki kode klasifiksi sebagai “utama”.

Layanan pesan dan konferensi video yang masuk registri, seperti Yandex.Messenger dan Yandex.Telemost, Jazz yang dikembangkan Sberbank, TrueConf, Kontur.Talk, ICQ, dan Tam Tam, serta VK Messenger.

Terpisah, anggota Parlemen Rusia, Anton Gorelkin, secara pribadi mendorong agar lembaga-lembaga negara berhenti menggunakan WhatsApp.

Platform pesan daring milik Meta Platform Inc masih banyak digunakan di Rusia meski induk perusahaan mengecam invasi ke Ukraina. Maret lalu, Rusia memblokir Facebook dan Instagram, platform medsos milik Meta lain karena kedua platform membatasi media-media Rusia. Meta juga dinyatakan bersalah oleh pengadilan lolal atas “aktivitas ekstremis”, kemudian ditambahkan sebagai daftar “teroris dan ekstremis” oleh badan pemantau keuangan Rusia, Rosfinmonitoring.

“Saya pikir perlu untuk menyosialisasikan larangan penuh penggunaan WhatsApp untuk tujuan resmi oleh pemerintah Rusia dan pegawai negara bagian,” tulis Anton di Telegram, platform pesan daring pesaing WhatsApp yang populer dipakai pengguna Rusia.

Menurut dia, tak masalah menggunakan platform alternatif dari Rusia atau Dubai. “Yang jelas, platform itu bukan milik perusahaan yang secara terbuka ikut perang informasi melawan negara kita dan masuk dalam daftar organisasi teroris dan ekstremis,” kata dia, dikutip dari Reuters.[]

#whatsapp   #rusia

Share:




BACA JUGA
Microsoft Ungkap Aktivitas Peretas Rusia Midnight Blizzard
Mengungkap Taktik Kerajaan Ransomware Matveev
Meta Luncurkan Enkripsi End-to-End Default untuk Chats dan Calls di Messenger
Lindungi Percakapan Sensitif, WhatsApp Luncurkan Fitur Secret Code
Konni Gunakan Dokumen Microsoft Word Berbahasa Rusia untuk Kirim Malware