IND | ENG
Usai Optus, Anak Perusahaan Singtel Lain di Australia Dihantam Kebocoran Data

Singtel. Foto: vulcanpost.com

Usai Optus, Anak Perusahaan Singtel Lain di Australia Dihantam Kebocoran Data
Andi Nugroho Diposting : Senin, 10 Oktober 2022 - 15:40 WIB

Cyberthreat.id – Singapore Telecommunication Ltd (Singtel) mengatakan anak perusahaannya di Australia, Dialog, mengalami serangan siber.

Menurut perusahaan, Senin (10 Oktober 2022), serangan siber teresbut berpotensi mempengaruhi 1.000 orang baik bekas karyawan maupun karyawan sekarang.

Selain itu, serangan itu juga bisa berdampak pada sekitar 20 klien perusahaan.

Pengumuman tersebut beberapa pekan setelah pelanggaran data besar-besaran anak perusahaannya, Optus, yang juga sebagai operator seluler terbesar kedua di Negeri Kanguru.

Optus akhir bulan lalu mengalami kebocoran data hingga 10 juta pelanggan.

Dialog merupakan perusahaan konsultan layanan teknologi informasi. Serangan terhadap Dialog terdeteksi pertama kali pada 10 September, lebih lama dibandingkan Optus.

Namun, kata Singtel, Dialog baru menyadari sampel kecil data pribadi karyawan telah dipublikasikan di dark web pada pekan lalu.

Apakah ada kaitan antara server Dialog dan Optus? Singtel yang berbasis di Singapura menegaskan, bahwa sistem keduanya sepenuhnya terpisah. “Tidak ada bukti hubungan antara insiden pelanggaran data di Dialog dan Optus,” klaim Singtel, dikutip dari Reuters.[]

#optus   #datapribadi   #penjualandatapribadi   #databreached   #singtel   #breachedforums   #australia   #dialog   #kebocorandata

Share:




BACA JUGA
Pemerintah Dorong Industri Pusat Data Indonesia Go Global
Google Penuhi Gugatan Privasi Rp77,6 Triliun Atas Pelacakan Pengguna dalam Icognito Mode
Serahkan Anugerah KIP, Wapres Soroti Kebocoran Data dan Pemerataan Layanan
Bawaslu Minta KPU Segera Klarifikasi Kebocoran Data, Kominfo Ingatkan Wajib Lapor 3x24 Jam
BSSN Berikan Literasi Keamanan Siber Terhadap Ancaman Data Pribadi di Indonesia