
Tangkapan layar Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso dalam webinar Pencegahan Korupsi, Cegah Korupsi Komoditas dan Optimalisasi PNBP, Jakarta, Rabu (3/8). Cyberthreat.id/Alfi Syahri
Tangkapan layar Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso dalam webinar Pencegahan Korupsi, Cegah Korupsi Komoditas dan Optimalisasi PNBP, Jakarta, Rabu (3/8). Cyberthreat.id/Alfi Syahri
Cyberthreat.id – Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso saat ini Indonesia sedang menikmati bonus demografi. Hal ini bisa membuat ekonomi digital Indonesia terakselerasi.
"Kita lihat potensi digitalisasi di Indonesia dan kondisi demografi kita, kita lihat ke depan bonus demografi masih kita akan nikmati bersama-sama," katanya dalam webinar Digitalisasi Sebagai Sarana Pencegahan Korupsi, Cegah Korupsi Komoditas dan Optimalisasi PNBP, Jakarta, Rabu (3/8).
Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), populasi penduduk Indonesia mencapai 273,88 juta orang pada 2021. Dari jumlah tersebut, 188,34 juta orang merupakan penduduk berusia produktif 15-64 tahun. Adapun dari jumlah populasi Indonesia, sebesar 23,93% diisi Generasi Y yang berusia 25-39 tahun. Sementara itu, 25,07% diisi Generasi Z yang berumur 10-24 tahun.
Selain itu, menurut data Bank Indonesia (BI) nilai transaksi e-commerce tembus Rp401,25 triliun pada 2021 dengan volume transaksi 1,73 miliar. Sementara menurut Google, Temasek, dan Bain Company pada 2021, potensi ekonomi digital akan melonjak menjadi US$146 miliar pada 2025.
We Are Social Digital Indonesia pada 2022 mencatat 370,1 juta orang melakukan penetrasi telepon seluler. Sebanyak 204,7 juta telah terkoneksi internet. Adapun sebanyak 158,6 juta orang melakukan belanja online dengan kenaikan tahunannya mencapai 14,9%.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian juga melaporkan tingkat inklusi keuangan pada 2019 mencapai 83,6%. Tak sampai di situ, BI mencatat nilai transaksi uang elektronik per April 2022 tembus Rp34,3 triliun atau tumbuh 50,3%.
“Pengguna user baik untuk penetrasi dari sisi internet, penggunaan digital payment, juga akan meningkat akan sangat cepat sekali," kata Susi.
Lebih lanjut, data Deputri Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian juga menunjukkan ekonomi digital telah menjadi motor penggerak perekonomian Indonesia. Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia tumbuh pesat didorong perubahan pola konsumsi masyarakat.
Pertumbuhan ekonomi internet ASEAN pada 2021 mencapai 49% yoy atau sekitar US$70 miliar. Padahal, tahun sebelumnya hanya mencapai US$47 miliar. Sebesar 40% pangsa pasar ekonomi internet ASEAN pun disumbang Indonesia.
Dari sisi e-commerce domestik dan global, nilai transaksi di kuartal I/2022 tumbuh 23%. Adapun negara tujuan utama konsumen Indonesia untuk melakukan transaksi cross border yaitu China 41%, Amerika Serikat 10%, dan Singapura 10%. Proyeksi nilai transaksi cross border e-commerce (B2B) Indonesia 2021 meningkat 90,08% yoy.
Di sisi lain, sebanyak 21 juta konsumen baru layanan digital Indonesia tercipta saat pandemi covid-19. Sebesar 72% konsumen baru layanan digital berasal dari rural area. Selain itu, sebanyak 98% penjual menggunakan pembayaran digital dan 59% telah menggunakan pembiayaan digital.
"Dari sisi konsumen dan produsennya peningkatannya juga luar biasa. Kemarin peningkatan jumlah konsumen dalam layanan digital sudah menembus angka 21 juta. Artinya Konsep digitalisasi ini sudah sangat tepat sasaran," ujar Susi.
Share: