
Dis-Chem Pharmacy
Dis-Chem Pharmacy
Cyberthreat.id – Perusahaan Farmasi Dis-Chem mengumumkan bahwa pihaknya mengalami pelanggaran data yang berdampak pada 3,6 juta pelanggan.
Dis-Chem merupakan jaringan apotek ritel terbesar kedua di Afrika Selatan, dengan 165 toko, ditambah 4 di Namibia dan 1 di Botswana.
Dikutip dari Info Security Magazine, dalam sebuah pernyataan, perusahaan mengatakan pihaknya telah menyewa jasa dari penyedia layanan pihak ketiga dan operator untuk layanan terkelola tertentu yang mengembangkan database untuk Dis-Chem. Basis data berisi kategori tertentu informasi pribadi yang diperlukan untuk layanan yang ditawarkan oleh Dis-Chem.
Perusahaan mengatakan, pihaknya mendapat informasi pada 1 Mei 2022, bahwa pihak yang tidak berwenang telah berhasil mendapatkan akses ke konten database. Setelah mengetahui kejadian tersebut, pihaknya segera memulai penyelidikan.
“Terkait masalah tersebut kami saat ini sedang melakukan penyelidikan untuk memastikan bahwa langkah-langkah yang tepat telah diambil untuk mencegah insiden lebih lanjut,” kata perusahaan.
Penyelidikan selanjutnya mengungkapkan bahwa insiden tersebut memengaruhi total 3.687.881 subjek data. Dari insiden tersebut, sejumlah informasi pribadi seperti nama depan dan nama belakang, alamat email, dan nomor ponsel berhasil diakses oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Dis-Chem menambahkan bahwa, pihak yang tidak berwenang dapat menggunakan salah satu informasi pribadi yang terkena dampak. Hal tersebut dikarenakan, berdasarkan kategori informasi pribadi yang terkena dampak, ada kemungkinan bahwa informasi tersebut digunakan oleh pihak yang tidak berwenang untuk melakukan aktivitas kriminal lebih lanjut, seperti serangan phishing, penyusupan email, rekayasa sosial, dan upaya peniruan identitas.
Perusahaan pun meminta pengguna layanannya untuk waspada atas berbagai upaya penipuan yang menimpa mereka. Pelanggan juga diminta untuk menggantai password mereka guna mencegah insiden lanjutan dari kebocoran data tersebut.
Ketika dimintai keterangan lebih lanjut terkait insiden tersebut, perusahaan menolak untuk mengkonfirmasi informasi lebih lanjut sebagai tanggapan atas pembaruan.
"Dis-Chem tidak akan membagikan apa pun lebih lanjut tentang pelanggaran data," kata perusahaan tersebut.
Share: