IND | ENG
YouTube Memblokir Saluran Parlemen Rusia, Pejabat Marah

Parlemen Rusia | Tass

YouTube Memblokir Saluran Parlemen Rusia, Pejabat Marah
Yuswardi A. Suud Diposting : Sabtu, 09 April 2022 - 20:15 WIB

Cybethreat.id - YouTube telah memblokir Duma TV yang menyiarkan dari majelis rendah parlemen Rusia.

Dilansir dari Reuters, tindakan YouTube itu telah membuat marah para pejabat yang mengatakan layanan streaming paling populer di dunia itu dapat menghadapi pembatasan sebagai tindakan balasan.

Pada hari Sabtu, sebuah pesan di YouTube mengatakan saluran Duma telah "dihentikan karena melanggar Persyaratan Layanan YouTube".

YouTube, yang dimiliki oleh Alphabet Inc, telah berada di bawah tekanan dari regulator komunikasi Rusia Roskomnadzor dan para pejabat dengan cepat merespons.

"Kelihatannya, YouTube telah menandatangani surat perintahnya sendiri. Simpan konten, transfer (itu) ke platform Rusia. Dan cepatlah," kata juru bicara kementerian luar negeri Maria Zakharova di layanan pesan Telegram.

Pengawas komunikasi Rusia itu mengatakan telah meminta Google memulihkan akses ke saluran Duma segera.

"Perusahaan IT Amerika menganut posisi anti-Rusia yang jelas dalam perang informasi yang dilakukan oleh Barat melawan negara kita," kata Roskomnadzor.

Google mengatakan kepada Reuters dalam komentar email bahwa mereka berkomitmen untuk mematuhi semua sanksi yang berlaku dan undang-undang kepatuhan perdagangan.

"Jika kami menemukan bahwa suatu akun melanggar Persyaratan Layanan kami, kami mengambil tindakan yang sesuai. Tim kami memantau situasi dengan cermat untuk setiap pembaruan dan perubahan."

Vyacheslav Volodin, pembicara Duma, mengatakan langkah YouTube adalah bukti lebih lanjut dari pelanggaran hak dan kebebasan oleh Washington.

"AS ingin mendapatkan monopoli dalam mempromosikan informasi. Kami tidak bisa membiarkan itu terjadi," kata Volodin di Telegram.

Rusia telah membatasi akses ke Facebook dan Instagram andalan Twitter dan Meta Platforms sejak mengirim ribuan tentara ke Ukraina pada 24 Februari.

Rusia sebelumnya telah mencoba untuk melarang aplikasi perpesanan Telegram, yang sekarang banyak digunakan oleh para pejabat, tetapi mencabut larangannya pada pertengahan 2020.

Beberapa media Rusia menyebut langkah itu sebagai sebuah kapitulasi, tetapi Roskomnadzor mengatakan tindakan itu dilakukan karena pendiri aplikasi Rusia, Pavel Durov, siap bekerja sama dalam memerangi terorisme dan ekstremisme di platform tersebut.[]

#youtube   #rusia

Share:




BACA JUGA
Microsoft Ungkap Aktivitas Peretas Rusia Midnight Blizzard
Kanal Youtube Diretas karena Konten Kritis? Begini Kata Akbar Faizal
Mengungkap Taktik Kerajaan Ransomware Matveev
Konni Gunakan Dokumen Microsoft Word Berbahasa Rusia untuk Kirim Malware
Grup Spionase Cyber ​​Rusia Sebarkan Worm USB LitterDrifter