Cyberthreat.id – Kantor Polisi Kriminal Federal Jerman, Bundeskriminalamt (BKA), menutup pasar web gelap asal Rusia bernama Hydra, pada Selasa (5 April 2022).
Dikutip dari The Hacker News, Hydra merupakan salah satu pasar web gelap ilegal terbesar di dunia. Pasar gelap ini secara kumulatif memfasilitasi lebih dari $5 miliar dalam transaksi Bitcoin dari awal beroperasi hingga saat ini.
Diluncurkan pada tahun 2015, Hydra adalah pasar darknet berbahasa Rusia yang dibuka sebagai pesaing dari Pasar Anonim Rusia (alias RAMP) yang sekarang sudah tidak berfungsi. Pasar ini dikenal sebagai pasar narkotika dengan lalu lintas tinggi sebelum memperluas fokus mereka untuk menjajakan dokumen palsu dan kredit curian.
“Transaki Bitcoin yang kami sita mencapai $25 Juta, dari hasil 88 transaksi senilai 543,3 BTC,” ungkap pihak kepolisian dalam keterangan resminya.
Badan tersebut mengaitkan penutupan Hydra dengan operasi investigasi ekstensif yang dilakukan oleh Central Office for Combating Cybercrime (ZIT). Operasi ini bekerjasama dengan otoritas penegak hukum AS sejak Agustus 2021.
Penutupan Hydra ini mengikuti gelombang tindakan penegakan hukum baru-baru ini terhadap pasar web gelap sejak awal tahun, seperti UniCC, dan Canadian HeadQuarters. Termasuk penutupan empat toko carding Rusia Ferum Shop, Sky-Fraud, Trump's Dumps, dan UAS yang mengkhususkan diri dalam penjualan kartu kredit curian
Pihak kepolisian mengungkapkan, volume transaksi tahunan Hydra diperkirakan telah melampaui $1,6 miliar pada akhir tahun 2021. Transaksi ini mengalami kenaikan yang cukup tinggi, dari transaksi yang hanya $6,6 juta pada tahun 2016.
Sementara itu, perusahaan keamanan siber, Flashpoint, dalam sebuah laporan yang diterbitkan Mei 2021, mengungkapkan bahwa para penjahat siber menggunakan Hydra sebagai tempat penjualan kartu kredit curian, kartu SIM, dan dokumen serta ID palsu, di antara penawaran lainnya. Mereka juga menggunakan Hydra untuk mengaburkan transaksi digital mereka sendiri melalui bursa regional dan taktik pencucian uang yang diperluas.
Toko web gelap ini, juga diyakini memiliki omset $ 424,2 juta untuk tiga bulan pertama tahun 2022, juga menampilkan Mixer Bank Bitcoin, yang mengaburkan semua transaksi digital yang dilakukan di platform, sehingga menyulitkan lembaga penegak hukum untuk melacak jejak cryptocurrency.
Kini, saat pengunjung mencoba membuka situs Hydra, akan muncul pemberitahuan penyitaan yang bertuliskan "Platform dan konten kriminal telah disita oleh Kantor Polisi Kriminal Federal (BKA) atas nama Kantor Kejaksaan Agung di Frankfurt am Main dalam rangka operasi penegakan hukum terkoordinasi internasional."[]
Share: