IND | ENG
Langkah BAKTI Atasi Kesenjangan Internet di Lebih dari 12.500 Desa

Ilustrasi | Foto: freepik.com

Langkah BAKTI Atasi Kesenjangan Internet di Lebih dari 12.500 Desa
Oktarina Paramitha Sandy Diposting : Selasa, 22 Maret 2022 - 16:57 WIB

Cyberthreat.id – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) mengatakan, masih terdapat lebih dari 12.500 wilayah di Indonesia yang belum terjangkau seluler 4G.

“Dari total 83.218 desa dan kelurahan di Indonesia, masih ada sekitar 12 ribu desa lagi yang belum terjangkau jaringan 4G,” kata Direktur Layanan Masyarakat dan Pemerintah BAKTI, Danny Januar webinari bertajuk “Meaningful Broadband for Blue&Green Economy”, Selasa (22 Maret 2022).

Menurut Danny, kesenjangan digital tersebut menyebabkan masyarakat tidak bisa mengakses dan memanfaatkan teknologi informasi. Ini menjadi tantangan pemerintah dalam mempercepat transformasi digital.

“Kesenjangan digital ini menjadi salah satu tantangan yang harus bisa diselesaikan dalam beberapa tahun mendatang agar kita bisa mempercepat agenda transformasi digital di Indonesia,” kata Danny.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihaknya telah membuat sejumlah program dengan bekerja sama dengan berbagai pihak. Mulai dari operator seluler, pegiat telekomunukasi, serta pihak-pihak yang terlibat dalam indstri teknologi informasi dan komunikasi.

Pertama, BAKTI telah menyelesaikan jaringan backbone untuk Palapa Ring pada 2019. Jaringan berbasis kabel serat optik dan jaringan radio microwave ini membentang sejauh 12.229 kilometer, dan menghubungkan 90 kabupaten/kota di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T).

Selanjutnya, pemerintah akan membangun menara base transceiver station (BTS) 4G di seluruh wilayah 3T. Hingga akhir 2022, BAKTI menargetkan membangun menara BTS di 7.904 lokasi yang masuk dalam wilayah 3T.

Ketiga, penyediaan akses internet untuk layanan publik, seperti sekolah, kantor desa dan fasilitas layanan kesehatan. Pada program ini, BAKTI menggunakan teknologi serat optik, jaringan radio, wi-fi dan internet berbasis satelit atau VSAT agar lokasi tersebut bisa tersambung ke jaringan internet. Hingga kuartal kedua 2020, terdapat 11.589 titik layanan publik yang mendapatkan akses internet oleh BAKTI.

Keempat, memperkuat ekosistem digital terutama di daerah 3T. Untuk program ini, BAKTI bekerja sama dengan sejumlah lembaga untuk memberikan pelatihan dan pendampingan tentang cara menggunakan fasilitas telekomunikasi dengan tujuan tidak ada lagi masyrakat yang tidak bisa memanfaatkan internet.

Terakhir adalah pengadaan satelit multifungsi SATRIA-1, yang dijadwalkan mengorbit pada 2023. Setelah beroperasi, satelit ini akan melayani 150.000 titik layanan publk khususnya di wilayah 3T, yang selama ini tidak terjangkau layanan broadband terestrial.[]

Redaktur: Andi Nugroho

#internet   #bakti   #kemenkomifo   #jaringan4G   #kesenjanganintenret

Share:




BACA JUGA
Survei APJII, Pengguna Internet Indonesia 2024 Mencapai 221,5 Juta Jiwa
Tingkatkan Kecepatan Internet, Menkominfo Dorong Ekosistem Hadirkan Solusi Konkret
Tingkatkan Kualitas Layanan Telekomunikasi, Kominfo Siapkan Insentif dalam Lelang Low Band
Layanan BTS 4G Daerah 3T Fasilitasi PBM dan Kegiatan Masyarakat 
Menkominfo: BTS 4G Dukung Pengamanan Pos Lintas Batas Negeri