
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Cyberthreat.id - Pemerintah Italia bersiap untuk membatasi penggunaan perangkat lunak anti-virus Rusia di sektor publik setelah invasi Rusia ke Ukraina. Kebijakan itu ditempuh lantaran khawatir Moskow dapat membajak program untuk meretas situs web utama, kata para pejabat.
Franco Gabrielli, wakil menteri keamanan negara bagian, mengatakan kepada Senat pada hari Selasa bahwa pemerintah sedang mengerjakan aturan untuk memungkinkan badan-badan negara mencabut perangkat lunak yang dikembangkan oleh Kaspersky Lab yang berbasis di Rusia.
Satu sumber pemerintah mengatakan kepada Reuters bahwa aturan baru akan membiarkan administrasi publik mengganti semua perangkat lunak yang dianggap berpotensi berbahaya, tanpa menghadapi hukuman.
Sumber kedua mengatakan peraturan itu bisa disetujui paling cepat minggu ini.
Kantor Kaspersky di Italia mengatakan sedang memantau situasi dengan "keprihatinan besar" dan terutama khawatir tentang karyawannya, memperingatkan bahwa mereka berisiko menderita keputusan yang didasarkan pada geopolitik daripada masalah teknis.
"Kami berharap sikap ini tidak akan mengarah pada penerapan undang-undang tidak liberal yang terutama akan memengaruhi mitra, keluarga, dan warga Italia kami," kata Kaspersky dalam email kepada Reuters.
Kaspersky menambahkan bahwa itu adalah perusahaan yang dikelola secara pribadi, tak ada kaitannya dengan pemerintah Rusia.
Dalam rekomendasi yang dikeluarkan pada hari Selasa, badan keamanan siber negara Italia mengatakan tidak ada bukti produk yang disediakan oleh perusahaan yang terkait dengan Rusia telah dikompromikan sejak invasi 24 Februari ke Ukraina.
Namun, ia memperingatkan bahwa risiko perlu dinilai kembali di tengah konflik yang berkembang dan bahwa perangkat lunak anti-virus sangat sensitif karena "tingkat invasi yang tinggi" dari sistem yang mereka layani.
Awal pekan ini, badan keamanan siber Jerman memperingatkan pengguna perangkat lunak Kaspersky bahwa itu menimbulkan risiko serius dari serangan peretasan yang berhasil. (Lihat: Tuding Produk TI Rusia Bisa Dimata-matai, Badan Siber Jerman: Uninstall Antivirus Kaspersky)
Sebagai tanda bahwa dunia bisnis Italia juga sensitif tentang hubungannya dengan Kaspersky, tim Formula Satu Ferrari mengatakan pada hari Kamis bahwa kesepakatan sponsornya dengan perusahaan telah ditangguhkan berdasarkan kesepakatan bersama. Seorang juru bicara Ferrari juga mengatakan perusahaan sedang menilai penggunaan perangkat lunak antivirus Kaspersky.[]
Share: