IND | ENG
China Sebut Alamat IP AS Ambil Alih   Komputernya untuk Luncurkan Serangan ke Rusia dan Ukraina

Ilustrasi via Nikkei Asia

China Sebut Alamat IP AS Ambil Alih Komputernya untuk Luncurkan Serangan ke Rusia dan Ukraina
Yuswardi A. Suud Diposting : Jumat, 11 Maret 2022 - 19:32 WIB

Cyberthreat.id - China telah mengalami serangan siber terus menerus sejak Februari. Mengutip laporan kantor berita China Xinhua pada hari Jumat, Reuters melaporkan alamat internet atau IP Adress di Amerika Serikat telah digunakan untuk menguasai komputer China, lalu menggunakannya untuk menyerang  Belarus, Rusia dan Ukraina.

Laporan tersebut mengutip Tim Teknis Tanggap Darurat Jaringan Komputer Nasional/Pusat Koordinasi China (CNCERT/CC), sebuah pusat teknis keamanan siber yang memimpin upaya untuk mencegah dan mendeteksi ancaman keamanan siber ke negara tersebut.

"Pemantauan oleh CNCERT/CC menemukan bahwa sejak akhir Februari, internet China terus-menerus menghadapi serangan siber dari luar negeri. Kelompok-kelompok luar negeri ini menyerang dengan mengambil alih komputer di negara itu untuk melakukan serangan siber ke Rusia, Ukraina, dan Belarusia," tulis laporan tersebut.

"Setelah dianalisis, sebagian besar alamat untuk serangan ini berasal dari Amerika Serikat," katanya, menambahkan bahwa beberapa datang dari negara lain seperti Jerman dan Belanda.

Serangan siber telah menjadi titik utama ketegangan antara Amerika Serikat dan sekutunya dan China, karena Amerika Serikat menuduh China melakukan kampanye spionase siber global.

China mengatakan bahwa mereka tidak terlibat dalam serangan siber dan menyebut tuduhan semacam itu sebagai "noda jahat". []

 

#china   #serangansiber   #amerika   #rusia   #ukraina

Share:




BACA JUGA
Microsoft Ungkap Aktivitas Peretas Rusia Midnight Blizzard
Peretas China Beroperasi Tanpa Terdeteksi di Infrastruktur Kritis AS selama Setengah Dekade
Indonesia Tingkatkan Kolaborasi Pemanfaatan AI dengan China
Serangan siber di Rumah Sakit Ganggu Pencatatan Rekam Medis dan Layanan UGD
Mengungkap Taktik Kerajaan Ransomware Matveev