
Bendera Ukraina. | Foto: freepik.com
Bendera Ukraina. | Foto: freepik.com
Cyberthreat.id – Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat dan sekutunya, seperti Apple, Google, Microsoft, dan lainnya ramai-ramai memberi sanksi kepada Rusia.
Sebagian dari perusahaan tersebut memilih untuk memutus bisnis dan layanan, tapi ada pula yang menunda untuk waktu yang tak ditentukan.
Namun, dua perusahaan content delivery network (CDN), keamanan siber, dan layanan cloud asal Amerika Serikat, Akamai Technologies dan Cloudflare, memilih untuk tidak menutup seluruh layanannya di Rusia meski didesak untuk melakukan penutupan.
Kedua perusahaan berpendapat bahwa jika mereka menarik layanan , justru akan menyakiti warga Rusia yang mencoba mengakses informasi dari luar negeri. Di sisi lain, mereka juga mengutuk invasi Rusia yang tidak beralasan ke Ukraina.
Cloudflare menyatakan di blog perusahaan pada 7 Maret lalu bahwa perusahaan telah mematuhi untuk menerapkan sanksi. Perusahaan telah menutup akses berbayar ke jaringan dan sistem di wilayah Donetsk dan Luhansk, Ukraina—dua kota yang diinvasi Rusia pertama kali.
“Kami telah menghentikan setiap pelanggan kami yang teridentifikasi terkait dengan sanksi, termasuk terkait dengan lembaga keuangan Rusia, kampanye pengaruh Rusia, dan pemerintah Donetsk dan Luhansk,” kata perusahaan.
Di luar hal tersebut, Cloudflare mengakui telah menerima permintaan untuk “menghentikan seluruh layanan produknya di Rusia”.
Namun, setelah ditimbang-timbang dan berdiskusi dengan para ahli, “Kesimpulan kami adalah Rusia membutuhkan lebih banyak akses internet, tidak kurang,” ujar perusahaan.
“Saat konflik berlangsung, kami melihat peningkatan dramatis dalam permintaan dari jaringan Rusia ke media internasional, yang mencerminkan keinginan warga Rusia biasa untuk melihat berita dunia di luar yang disediakan di Rusia,” katanya.
Jika layanan ditutup, kata perusahaan, justru pemerintah Rusia akan “merayakan”-nya. Ini lantaran selama beberapa tahun terakhir, mereka telah dipaksa oleh Rusia untuk memblokir layanan dan pelanggan tertentu.
”Kami sangat menghargai semangat banyak orang Ukraina yang membuat permintaan di seluruh sektor teknologi bagi perusahaan untuk menghentikan layanan di Rusia,” ujar perusahaan.
“Namun, pada dasarnya, apa yang disediakan Cloudflare adalah Internet yang lebih terbuka, pribadi, dan aman. Kami meyakini mematikan layanan Cloudflare sepenuhnya di Rusia akan menjadi sebuah kesalahan.”
Hal senada juga disampaikan Akamai. Sebagai sanksi terhadap Rusia, Akamai juga telah melakukan sejumlah hal seperti penangguhan semua penjualan di Rusia dan Belarusia, mengakhiri bisnis dengan pelanggan di kedua negara (terutama mitra pemerintah), mematuhi sanksi pemerintah AS, dan memberikan bantuan kemanusiaan.
“Kami juga menyediakan produk dan pakar keamanan siber kami untuk lembaga pemerintah Ukraina, membantu warga negara terlindungi dan terhubung dengan informasi yang dibutuhkan,” kata Akamai.
Namun, selaras dengan misi perusahaan untuk mendukung dan melindungi “kehidupan online”, perusahaan membuat keputusan yang disengaja , “untuk mempertahankan kehadiran jaringan kami di Rusia,” kata Akamai di blog perusahaan.
“Ini mendukung pelanggan global kami, termasuk banyak layanan berita terbesar di dunia, jejaring sosial, dan lembaga pemerintah, karena mereka berusaha memberikan informasi ke seluruh dunia, termasuk warga Rusia,” ujar perusahaan.[]
Share: