
Foto Presiden Vladimir Putin dan komputernya yang memicu perdebatan di Twitter.
Foto Presiden Vladimir Putin dan komputernya yang memicu perdebatan di Twitter.
Cyberthreat.id – Di tengah perang dunia maya antara Rusia dan Ukraina, sebuah foto diunggah oleh MalwareHunterTeam, platform riset malware, di akun Twitter pada 7 Maret lalu. Perdebatan pun berdatangan dari warganet.
Pasalnya, foto yang diunggah bukan sembarangan. Yaitu, foto Presiden Rusia Vladimir Putin sedang bertelekonferensi video dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Kedua presiden bertemu pada November tahun lalu dan foto tersebut dipakai oleh media Rusia, RT pada tanggal 16 November 2021. Media Rusia RT dan Sputnik selama sepekan terakhir diblokir oleh negara-negara Barat karen dianggap sebagai corong invasi Rusia ke Ukraina.
Foto tersebut memang tidak menimbulkan perdebatan.Namun, benda di samping Putin-lah yang menjadi fokus warganet: komputer.
MalwareHunterTeam mengunggah foto itu dengan komentar: Windows 7? Lalu, disambar pengguna akun lain bahwa itu memang mirip dengan komputer dengan sistem operasi Windows 7.
Jika melihat sekilas memang tampilan desktop komputer akan sangat familiar dengan Windows 7, sistem operasi yang sejak 2020 telah dihentikan dukungannya oleh Microsoft. Artinya, Windows 7 tak lagi mendapatkan pembaruan keamanan, sehingga perangkat yang masih memakai sistem operasi tersebut rentan terhadap eksploitasi serangan siber. (Baca: Akhir Riwayat Sang Legenda Windows 7)
Dalam penelusuran di mesin pencari Rusia, Yandex, Cyberthreat.id menemukan sejumlah foto Putin dengan berlatar di ruangan dan komputer desktop yang sama. Dari berbagai sudut pemotretan, foto di bawah ini salah satu yang cukup jelas untuk melihat halaman desktop.
Sumber: Zakupki-digital.ru
Namun, pengguna lain cenderung berpendapat bahwa tampilan desktop milik Putin menggunakan OS Astra Linux. “Kelihatanya seperti Win 7 dengan tema ‘basic’. Warna dan transparansinya mirip dengan Astra,” tulis akun @OfficialTealFox.
“Saya ragu bahwa dia memakai Windows. Saya kira itu mungkin keluarga Linux,” tulis akun @DThreepersons.
Astra Linux ialah sistem operasi berbasis Linux yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi Rusia, Rusbitech, dan dipakai di kalangan militer, pemerintahan, dan badan intelijen Rusia.
Namun, ada pula yang berkomentar mengolok-olok dengan membuat meme Putin memakai Windows XP. Ada pula yang komentar: “Linux tapi dengan tema Windows 7,” tulis akun @sdkbn3.
Ada pula yang menyindir dengan kerentanan pada Windows CVE-2017-0144 yang dieksploitasi dengan senjata (exploit) buatan National Security Agency (NSA), EternalBlue. “CVE-2017-0144 seharusnya tersedia,” kata akun @mrpasy dengan emotikon tersenyum.
Tampilan Astra Linux Rusia. | Foto: akket.com
Menjawab perdebatan itu, MalwareHunterTeam membalas dengan komentar, “Untuk meringkas semua balasan sejauh ini: kebanyakan orang mengatakan itu adalah Astra, sementara beberapa mengatakan itu tidak terlihat seperti Astra, tetapi lebih banyak Windows 7. Jadi, pada dasarnya puluhan komentar kami tak jauh dari keduanya,” tulisnya.
Terlepas dari perdebatan itu, pada akhir 2019 masalah komputer Putin yang dianggap usang juga pernah disinggung pers.
“Putin tampaknya memiliki sistem operasi Microsoft Windows XP usang yang diinstal pada komputer di kantornya di Kremlin dan di rumah resmi Novo-Ogaryovo dekat Moskow, menurut foto yang dirilis ole layanan persnya,” tulis The Guardian.
Kedua komputer tersebut menggunakan wallpaper desktop berupa menara Kremlin.
Open Media, sebuah situsweb Rusia independen dan cenderung oposisi, menulis bahwa komputer Putin yang terdapat dalam foto-foto tersebut berbasis Windows XP dengan mengutip pendapat Kepala Masyarakat Perlindungan Internet Independen Rusia, Mikhail Klimaryow.
Windows XP sendiri sebetulnya telah lama tidak menerima pembaruan keamanan reguler dari Microsoft sejak April 2014. Di sisi lain, Microsoft yang saat itu menyarankan Windows 7 juga menyediakan peningkatan gratis dari Windows 7 ke Windows 10 pada 2016.
Menurut The Guardian, pemerintah Rusia sejak beberapa tahun lalu secara bertahap menghapus Microsoft dan Google di komputer-komputer pemerintah.
Rusia lebih mendukung menggunakan perangkat lunak sistem operasi Astra Linux Rusia dan peramban web lokal, Yandex.
Nah, menurut kamu, tampilan desktop itu Windows 7 atau Astra Linux, nih?
Sumber: MalwareHunterTeam | The Guardian | RT
Share: