
PayPal | Foto: recode.net
PayPal | Foto: recode.net
Cyberthreat.id – Perusahaan pembayaran digital, PayPal Holdings Inc, menutup layanannya di Rusia mulai Sabtu (5 Maret 2022) pagi.
Keputusan yang diambil PayPal bergabung dengan sejumlah perusahaan keuangan dan teknologi barat lainnya yang menangguhkan operasi di Rusia setelah invasi ke Ukraina sejak 24 Februari.
"Dalam keadaan saat ini, kami menangguhkan layanan PayPal di Rusia," kata Presiden dan Kepala Eksekutif Dan Schulman dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters.
Dia menambahkan bahwa perusahaan "berdiri bersama masyarakat internasional dalam mengutuk agresi militer Rusia yang kejam di Ukraina."
Seorang juru bicara perusahaan mengatakan PayPal akan mendukung penarikan "untuk jangka waktu tertentu, memastikan bahwa saldo rekening terdistribusi sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku."
PayPal, yang hanya mengizinkan transaksi lintas batas oleh pengguna di Rusia, berhenti menerima pengguna baru di negara itu pada Rabu pekan lalu.
Pejabat pemerintah Ukraina telah meminta PayPal untuk keluar dari Rusia dan membantu mereka dengan penggalangan dana.
PayPal mengatakan pada 4 Maret lalu bahwa "sejak awal invasi, PayPal telah membantu mengumpulkan lebih dari US$150 juta untuk amal yang mendukung upaya tanggapan di Ukraina, salah satu upaya terbesar yang pernah kita lihat dalam waktu singkat."
Penangguhan PayPal di Rusia juga berlaku untuk alat transfer uang Xoom. Pesaingnya, Wise dan Remitly juga sebelumnya menangguhkan beberapa layanan di Rusia.[]
Share: