IND | ENG
PayPal Setop Terima Pengguna Baru di Rusia

Ilustrasi PayPal

PayPal Setop Terima Pengguna Baru di Rusia
Yuswardi A. Suud Diposting : Kamis, 03 Maret 2022 - 10:16 WIB

Cyberthreat.id - Perusahaan pembayaran online PayPal Holdings  mengumumkan berhenti menerima pengguna baru di Rusia mulai Rabu, (2 Maret 2022). Langkah ini  menindaklanjuti invasi Rusia ke Ukraina.

Dilansir Reuters, PayPal hanya mengizinkan transaksi lintas negara untuk pengguna di Rusia. Platform ini telah memblokir sejumlah pengguna dan beberapa bank besar di negara itu menyusul sanksi oleh Amerika Serikat dan beberapa negara lain sebagai tanggapan atas invasi Rusia ke Ukraina.

Wakil menteri Ukraina untuk transformasi digital Alexander Bornyakov meminta PayPal untuk mengambil tindakan lebih luas dan menutup sepenuhnya operasionalnya di Rusia.

"Jika PayPal mendukung nilai-nilai demokrasi, mereka harusnya keluar dari Rusia," katanya.

Menanggapi permintaan tersebut, Juru bicara PayPal mengatakan bahwa perusahaan, seperti banyak rekan-rekannya, saat ini masih aktif menavigasi implikasi sanksi.

Sekadar informasi, Perusahaan kartu pembayaran yang berbasis di AS seperi Visa Inc, Mastercard Inc dan American Express Co bersama dengan penyedia pembayaran seluler Apple Pay dan Google Pay juga telah memblokir beberapa lembaga keuangan Rusia karena sanksi pemerintah.

Moskow telah menanggapi sanksi tersebut dengan memblokir investor asing, yang memegang saham dan obligasi Rusia senilai puluhan miliar dolar, agar tidak bisa keluar dari negara itu.

Selain itu, Bornyakov juga telah meminta bantuan PayPal membantu menggalang donasi yang akan difokuskan untuk Angkatan Bersenjata Ukraina, terkait dengan amunisi dan senjata api.

Namun, kebijakan PayPal melarang keterlibatan dengan amunisi dan senjata.

PayPal mendukung Ukraina melalui transaksi lintas negara dan layanan Xoom untuk pengiriman uang internasional.

"Sejak krisis ini dimulai, PayPal telah secara aktif bekerja untuk memungkinkan sumbangan untuk upaya penggalangan dana nirlaba untuk mendukung upaya bantuan kemanusiaan Ukraina," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.[]

#paypal   #rusia

Share:




BACA JUGA
Microsoft Ungkap Aktivitas Peretas Rusia Midnight Blizzard
Mengungkap Taktik Kerajaan Ransomware Matveev
Konni Gunakan Dokumen Microsoft Word Berbahasa Rusia untuk Kirim Malware
Grup Spionase Cyber ​​Rusia Sebarkan Worm USB LitterDrifter
Rontoknya IPStorm, Botnet Perusak Berbagai Sistem Komputer