
Dunia virtual yang diciptakan Meta menggunakan Builder Bot. | Foto: Meta
Dunia virtual yang diciptakan Meta menggunakan Builder Bot. | Foto: Meta
Cyberthreat.id – Mark Zuckerberg tampaknya benar-benar serius untuk mengembangkan dunia virtual alias metaverse.
Perusahaannya, Meta Platofrm Inc, kini menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam sebuah proyek ambisius untuk mengembangkan dunia virtual.
Dalam demo yang disiarkan langsung, Rabu (23 Februari 2022), dikutip dari BBC, pendiri Facebook itu menciptakan dunia virtual dasar, seperti pulau, pohon, dan pantai—semuanya itu berbekal fitur AI, Builder Bot.
Ia juga mengatakan untuk berencana menciptakan penerjemah ucapan universal. “Kemampuan untuk berkomunikasi dengan siapa saja dalam bahasa apa pun ialah kekuatan super yang diimpikan selamanya,” ujar Zuckerberg.
Builder Bot ialah bagian dari proyek bernama CAIRaoke Meta yang bertujuan meningkatkan kinerja asisten AI dan memungkinkan AI melihat dunia dari pengalaman pengguna saat orang memasuki realitas virtual melalui headset atau kacamata VR.
Terkait perlindungan privasi, Zuckerberg menjamin bahwa sistem AI-nya tersebut dirancang untuk melindungi privasi pengguna serta transparan dan bertanggung jawab.
Selama 10 tahun terakhir, Facebook (nama sebelum Meta) telah berinvestasi AI. Yann LeCun, salah satu pakar AI terkemuka dunia, telah direkrut untuk mengisi posisi sebagai kepala AI.
Januari lalu mereka baru saja mengumumkan telah membangun superkomputer AI baru yang diklaim tercepat di dunia dan bakal dirampungkan medio 2022.
Untuk mendorong proyek metaverse-nya, perusahaan bakal merekrut 10.000 orang di Eropa.
Langkah ambisius tersebut tak luput dari kritik. Salah satu investor awal Facebook, Roger McNamee, mengatakan bahwa perusahaan harus dicegah dari proyek metaverse “dystopian”. Alasannya, perusahaan tak memiliki jaminan kuat dalam menjaga kerahasiaan data pengguna seperti kasus Cambridge Analytica.
Selain itu, perusahaan sejauh ini dinilai gagal dalam mencegah informasi keliru dan berbagai ujaran kebencian yang bertebaran di platformnya.
Sementara itu, Direktur Teknologi Meta Andrew Bosworth mengakui bahwa metaverse akan jauh lebih sulit untuk dimoderasi dibanding platform digital yang ada saat ini.
Namun, ia berjanji bahwa akan mengizinkan pengguna untuk mengontrol pengalaman mereka di dunia virtual.[]
Share: