
Bendera Ukraina | Ilustrasi: freepik.com
Bendera Ukraina | Ilustrasi: freepik.com
Cyberthreat.id - Enam negara Uni Eropa mengirim tim ahli keamanan siber ke Ukraina untuk membantu menangani ancaman siber setelah Rusia secara resmi mengakui dua wilayah yang memisahkan diri di Ukraina timur, kata wakil menteri pertahanan Lithuania, Selasa.
Menanggapi permintaan dari Ukraina pada hari Senin, Lithuania, Belanda, Polandia, Estonia, Rumania, Kroasia akan mengirim tim ahli yang mereka bentuk sebelumnya untuk membantu negara, lembaga, dan mitra Uni Eropa lainnya untuk mengatasi ancaman dunia maya, kata Wakil Menteri Pertahanan Margiris Abukevicius.
"Ukraina mungkin memerlukan bantuan untuk menangani insiden atau dukungan tertentu untuk menguji infrastruktur mereka mencari kelemahan keamanan", katanya kepada Reuters.
Peretas militer Rusia berada di balik serentetan serangan penolakan layanan (DDoS) yang secara singkat membuat situs perbankan dan pemerintah Ukraina offline, kata Amerika Serikat dan Inggris pada hari Jumat.
Rusia telah membantah peran apa pun dalam DDoS, yang menimbulkan gangguan yang relatif terbatas pada Selasa pekan lalu.
Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengatakan pada hari Senin bahwa pakar dunia maya Inggris bekerja dengan Ukraina untuk membantu melindunginya dari aktivitas Rusia.[]
Share: