IND | ENG
Lagi, India Blokir Free Fire dan 53 Aplikasi China karena Pertimbangan Keamanan

Ilustrasi Free Fire

Lagi, India Blokir Free Fire dan 53 Aplikasi China karena Pertimbangan Keamanan
Yuswardi A. Suud Diposting : Selasa, 15 Februari 2022 - 16:02 WIB

Cyberthreat.id - India dikabarkan telah memblokir akses ke 54 aplikasi seluler yang sebagian besarnya berasal dari China. Pemblokiran itu dilakukan dengan alasan karena masalah keamanan.

Dilansir Reuters yang mengutip sumber pemerintah India yang tak disebutkan namanya, aplikasi yang diblokir termasuk game Free Fire besutan Sea Ltd.

Pihak berwenang India tidak memberikan komentar resmi. Sea, yang bermarkas di kota Singapura, juga tidak segera memberikan komentar .

Secara keseluruhan, India telah melarang 321 aplikasi sejak ketegangan politik pertama kali berkobar dengan China pada tahun 2020.   

Pada larangan awal, India memblokir akses terhadap 59 aplikasi seluler, seperti TikTok, UC Browser, Weibo, dan WeChat. Kemudian, India juga memperpanjang deretan larangan ke 118 aplikasi seluler lain pada September lalu, termasuk Baidu, Alipay, PUBG, dan WeChat Work.

Pejabat pemerintah India mengatakan negaranya yakin data pengguna dikirim melalui aplikasi ke server di China.

"Ini akan memungkinkan mereka untuk mengumpulkan data pribadi yang sangat besar," kata sumber itu.

Pengumpulan semacam itu akan memungkinkan data untuk ditambang, disusun, dianalisis, dan diprofilkan, kemungkinan besar oleh "elemen yang memusuhi kedaulatan dan integritas India dan untuk kegiatan yang merugikan keamanan nasional," tambah sumber itu.

Larangan itu menimbulkan masalah bagi Sea, karena aplikasi e-niaganya, Shopee, telah menghadapi seruan boikot oleh pedagang di India, yang menuduhnya melakukan praktik perdagangan yang merugikan pedagang offline.

Kelompok perdagangan Konfederasi Semua Pedagang India (CAIT) telah mengeluh kepada regulator terhadap Shopee dan 'terkejut' karena Shopee tidak termasuk dalam daftar aplikasi yang dilarang, kata sekretaris jenderal kelompok itu, Praveen Khandelwal, di Twitter pada hari Senin.

Shopee, pemain dominan di Asia Tenggara, berkembang di Amerika Latin, Eropa, dan di India pada tahun 2021.[]

#freefire   #china   #india

Share:




BACA JUGA
Peretas China Beroperasi Tanpa Terdeteksi di Infrastruktur Kritis AS selama Setengah Dekade
Indonesia Tingkatkan Kolaborasi Pemanfaatan AI dengan China
Konni Gunakan Dokumen Microsoft Word Berbahasa Rusia untuk Kirim Malware
Indonesia - Tiongkok Perkuat Kerja Sama Sektor Digital
Hacker China Luncurkan Serangan Spionase Terselubung terhadap 24 Organisasi Kamboja