IND | ENG
Penemu World Wide Web: Web Telah Menyimpang Jauh, Data Kita Dikontrol Perusahaan Besar

Sir Tim Berners-Lee | Foto: Shutterstock

Penemu World Wide Web: Web Telah Menyimpang Jauh, Data Kita Dikontrol Perusahaan Besar
Andi Nugroho Diposting : Rabu, 09 Februari 2022 - 11:34 WIB

Cyberthreat.id – Sir Tim Berners-Lee mengeluhkan teknologi yang ditemukannya pada 33 tahun lalu telah menyimpang jauh dari visinya.

Ketika dia menciptakan World Wide Web (www) sebagai sebuah cara penjelajahan di internet, visinya ialah bahwa web “harus untuk apa saja dan siapa saja”.

“Pengguna memiliki web yang benar-benar berguna dan konstruktif,” katanya dalam ActivateNow Summit, dikutip dari TechRadar Pro, diakses Rabu (9 Februari 2022).

Namun, kata dia, banyak hal yang kini harus diperbaiki. Ia menyoroti bagaimana data pengguna web dikontrol oleh perusahaan teknologi besar.

Ia menyebut “saat ini data orang digunakan untuk tujuan tidak pantas oleh perusahaan besar”. Data itu dipakai, istilah Tim, sebagai cara untuk “memahami dan memanipulasi” pengguna web.

Masalah lain, yang dilihatnya ialah, “Semua data pribadi saya disimpan oleh platform online dan terjebak dalam silo,” ujarnya.

“Jadi, saya sama sekali tak bisa menggunakannya. Kita tidak memiliki kemandirian (atas data, red),” ia menambahkan.

Secara umum, silo adalah sebuah penyimpanan barang atau apa pun, tapi hanya orang tertentu yang bisa mengaksesnya.

Solid Pods

Kritik keras Bernes-Lee membuat dirinya beralih pada sebuah proyek idealisme, membangun komitmen untuk penyimpanan data yang terdesentralisasi, menawarkan kontrol terperinci kepada siapa saja yang mengakses ke data pribadi pengguna.

Proyek itu disebutnya Solid Pods. Dikerjakan melalui perusahaannya, Inrup, ia menggandeng perusahaan lain dan pemerintah untuk memperluas akses ke Solid Pods.

Platform tersebut, kata dia, dibangun dengan didasarkan pada “sistem rasa saling percaya.”

Di dunia yang ideal, Berners-Lee menjelaskan, tiap orang seharusnya memiliki kekuatan untuk memanfaatkan seluruh spektrum data dan mengontrolnya; mana yang dibagikan dan dengan siapa itu dibagikan.

“Ketika semuanya diatur berdasarkan kepercayaan, pengguna juga akan berbagi dengan lebih yakin; mereka akan berbagi data mereka tidak hanya dengan dokter, tetapi juga dengan peneliti yang bekerja pada perawatan kanker, misalnya. Ini adalah sistem yang didasarkan pada ekonomi yang disengaja, didorong oleh niat orang yang ingin melakukan sesuatu,” jelasnya.

Sudah waktunya smartphone, tablet, dan perangkat lain ialah digunakan untuk pemiliknya, berbeda dengan perusahaan yang memproduksinya atau mengembangkan sistem operasinya.

“Saat menanyakan untuk siapa perangkat itu berfungsi, jawabannya tidak boleh: 'sebuah perusahaan besar memeras Anda untuk semua data yang bisa didapatnya, untuk menjebak Anda agar membeli barang-barang yang tidak akan Anda beli’. Di masa depan, jawabannya seharusnya: 'Saya bekerja untuk Anda, saya agen Anda'," kata Berners-Lee.

“Saat kita mencari barang untuk dibeli di internet, atau memutuskan bagaimana menghabiskan hari, perangkat harus mempertimbangkan kepentingan terbaik pengguna. Teknologi kami perlu bekerja untuk individu.”

Meskipun skala masalahnya serius, Berners-Lee mengatakan dia optimistis tentang pematangan web, yang dia harap akan menjadi ruang yang lebih kolaboratif yang dibangun untuk kepentingan tiap individu.[]

#datapribadi   #timberners-lee   #web   #bigtech   #perlindungandatapribadi   #solidpods

Share:




BACA JUGA
Pemerintah Dorong Industri Pusat Data Indonesia Go Global
Google Penuhi Gugatan Privasi Rp77,6 Triliun Atas Pelacakan Pengguna dalam Icognito Mode
Serahkan Anugerah KIP, Wapres Soroti Kebocoran Data dan Pemerataan Layanan
Bawaslu Minta KPU Segera Klarifikasi Kebocoran Data, Kominfo Ingatkan Wajib Lapor 3x24 Jam
BSSN Berikan Literasi Keamanan Siber Terhadap Ancaman Data Pribadi di Indonesia