
Ilustrasi bendera Amerika Serikat. | Foto: genemil.com
Ilustrasi bendera Amerika Serikat. | Foto: genemil.com
Cyberthreat.id – Pemerintah Amerika Serikat menuding perusahaan telekomunikasi asal China, Hytera bersekongkol dengan karyawan Motorola Solutions Inc untuk mencuri teknologi radio seluler digital di sebuah perusahaan AS.
Tuduhan tersebut disampaikan oleh Departemen Kehakiman AS pada Senin (7 Februari 2022).
Hytera Communications Corp yang berlokasi di Shenzhen, menurut Depkeh, telah merekrut karyawan Motorola di Malaysia. Lalu, karyawan itu diminta untuk mencuri data perdagangan hak milik tentang radio, yang dikenal dengan walkie-talkie, tulis Reuters, diakses Selasa (8 Februari).
Hytera adalah bekas distributor produk Motorola Solutions.
Dalam dakwaan yang diedit, menghapus sejumlah nama terdakwa, kecuali nama Hytera dan dibuka publik di Chicago, menyebutkan, Hytera diduga merekrut karyawan Motorola antara 2007 hingga 2020.
“Pekerja ini menerima gaji dan tunjangan yang lebih tinggi daripada yang mereka terima di Motorola sebagai imbalan mencuri rahasia dagang,” tertulis dalam dakwaan.
Hytera didakwa dengan 21 tuduhan kriminal, termasuk konspirasi untuk melakukan pencurian rahasia dagang. Hytera dan terdakwa lainnya yang tidak disebutkan identitasnya juga disangkakan memiliki atau berusaha memiliki rahasia dagang curian. Jika terbukti bersalah, Hytera akan menghadapi denda pidana tiga kali lipat nilai rahasia dagang yang dicuri.
Dalam sebuah pernyataan yang dikirim oleh pengacaranya, Hytera's mengatakan "kecewa" dengan tuduhan itu dan "dengan hormat tidak setuju dengan tuduhan itu."
"Dakwaan tersebut bertujuan untuk menggambarkan kegiatan mantan karyawan Motorola yang terjadi di Malaysia lebih dari satu dekade lalu. Hytera mengaku tidak bersalah dan akan menceritakan kisahnya di pengadilan," kata perusahaan itu.
Hytera menambahkan bahwa pihaknya "berkomitmen menghormati hak kekayaan intelektual orang lain."[]
Share: